Reporter: Leni Wandira | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bobobox Mitra Usaha Indonesia atau Bobobox memperluas penjajakan bisnis ke pasar Jepang. Langkah tersebut dilakukan setelah perusahaan terpilih dalam program Tokyo Stock Exchange (TSE) Asia Startup Hub 2026.
Bobobox menjadi perusahaan asal Indonesia kedua yang masuk dalam program tersebut sejak TSE Asia Startup Hub diluncurkan pada 2024.
Secara keseluruhan, TSE Asia Startup Hub 2026 mencakup 23 perusahaan dari 10 negara dan wilayah di Asia. Pada tahun ini, terdapat tujuh perusahaan baru yang terpilih untuk mengikuti program tersebut.
Melalui program ini, Bobobox berkesempatan membangun jaringan dengan calon mitra di Jepang sekaligus memperoleh dukungan pengembangan bisnis dan pendanaan. Program tersebut juga memberikan pendampingan terkait peluang melakukan Initial Public Offering (IPO) di Jepang.
Baca Juga: Anak Usaha PGN, Saka Energi Tajak Sumur Eksplorasi Manpatu 1 di Blok Pekawai
Co-Founder dan CEO Bobobox Indra Gunawan mengatakan, Jepang menjadi salah satu pasar yang penting dalam rencana pengembangan bisnis perusahaan ke tingkat global.
“Sejak awal, kami ingin menghadirkan produk akomodasi Indonesia yang mampu bersaing di pasar global,” ujar Indra dalam keterangan tertulis, Minggu (27/9/2026).
Menurut Indra, standar produk dan layanan di Jepang menjadi salah satu tolok ukur yang ingin dipelajari Bobobox dalam mengembangkan bisnis akomodasi.
“Jepang memiliki posisi penting dalam perjalanan kami menjadi world-class hospitality company karena standar produk dan service excellence di sana menjadi salah satu tolok ukur tertinggi di dunia,” lanjutnya.
Melalui jaringan TSE Asia Startup Hub, Bobobox akan menjajaki kerja sama dengan mitra lokal untuk memahami karakter pasar Jepang. Penjajakan tersebut mencakup pembahasan konsep produk, potensi lokasi, hingga model operasional yang dapat menjadi dasar pengembangan proyek percontohan (pilot project).
Baca Juga: Kejar Target PLTS 100 GW, Pemerintah Pangkas Birokrasi Tender
Indra mengatakan Bobobox akan menjalankan ekspansi tersebut secara bertahap dengan menggandeng mitra yang sesuai.
“Kami ingin membangun bisnis di Jepang secara bertahap bersama partner yang tepat. Langkah awal ini penting agar kami dapat memahami pasar dan menentukan pendekatan untuk berkembang di sana,” katanya.
Bobobox menilai pengalaman mengelola bisnis akomodasi di berbagai lokasi di Indonesia dapat menjadi salah satu modal untuk mengembangkan bisnis di pasar Jepang.
Perusahaan tersebut telah beroperasi sejak 2018 dan mengembangkan dua produk akomodasi, yakni Bobopod dan Bobocabin. Bobopod menyasar konsep hotel kapsul di kawasan perkotaan, sedangkan Bobocabin menawarkan akomodasi di kawasan alam dengan fasilitas modern. Dalam pengembangannya, Bobobox mengandalkan desain modular, integrasi teknologi, dan prinsip keberlanjutan.
Namun, Bobobox menyadari ekspansi ke Jepang membutuhkan penyesuaian terhadap karakter pasar setempat. Karena itu, mitra lokal akan menjadi bagian penting dalam proses pengembangan bisnis.
Selain membuka peluang ekspansi bisnis, keikutsertaan dalam TSE Asia Startup Hub juga menjadi bagian dari rencana jangka panjang Bobobox untuk menjajaki pasar modal Jepang.
Indra mengatakan Bobobox memiliki aspirasi untuk melakukan pencatatan saham di Tokyo Stock Exchange (TSE) dalam jangka panjang.
“Dalam jangka panjang, kami juga memiliki aspirasi untuk melantai di Tokyo Stock Exchange,” ujar Indra.
Menurut dia, keikutsertaan dalam program TSE Asia Startup Hub diharapkan dapat membantu perusahaan memahami berbagai kesiapan yang dibutuhkan apabila nantinya akan menuju proses pencatatan saham di Jepang.
“Kami berharap program ini dapat membantu kami membangun fondasi dan memahami kesiapan yang dibutuhkan untuk bergerak ke arah tersebut,” tutupnya.
TSE Asia Startup Hub 2026 sendiri didukung 58 mitra dan empat observer yang berasal dari berbagai sektor, mulai dari perusahaan sekuritas, bank, firma audit, firma hukum hingga perusahaan modal ventura.
Bagi Bobobox, program tersebut menjadi salah satu pijakan awal untuk memperluas bisnis akomodasi Indonesia ke pasar internasional, dengan Jepang sebagai salah satu pasar yang tengah dijajaki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














