CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Bos Widodo Makmur Unggas (WMUU) Ungkap Dampak Pelemahan Rupiah ke Biaya Pakan


Kamis, 21 Mei 2026 / 18:46 WIB
Bos Widodo Makmur Unggas (WMUU) Ungkap Dampak Pelemahan Rupiah ke Biaya Pakan
ILUSTRASI. Rumah potong ayam PT Widodo Makmur Unggas Tbk (Dok/WMUU)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten perunggasan, PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) turut terdampak pelemahan rupiah yang mengerek harga bahan baku pakan unggas.

Asal tahu saja, pada penutupan perdagangan Kamis (21/5/2026), nilai tukar rupiah kembali melemah 0,07% dibanding penutupan kemarin di Rp 17.654 per dolar Amerika Serikat (AS).

Direktur Utama Widodo Makmur Unggas, Ali Mas'adi mengatakan, dampak lemahnya kurs mata uang Garuda terutama dirasakan perusahaan seiring baku pakan yang mayoritas masih diimpor, khususnya jagung dan bungkil kedelai.

Baca Juga: Pemerintah Fokus Subsidi EV Nikel, Pengamat: Bisa Kurangi Ketergantungan BBM Impor

"Yang jadi isu dari sisi biaya produksi pakan unggas, baik jagung maupun bungkil kedelai. Sekarang ini ada biaya impor yang naik juga," ujarnya dalam paparan publik virtual, Kamis (21/5/2026).

Untuk menyiasati tantangan ini, sejak tiga tahun terakhir, perusahaan kata Ali berupaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku yang diimpor khususnya bungkil kedelai.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni meningkatkan penggunaan bahan baku lokal, termasuk bungkil inti sawit (palm kernel meal/PKM) dalam komposisi pakan unggas.

Menurutnya, pemanfaatan bungkil inti sawit dalam formulasi pakan perusahaan saat ini masih berkisar di antara 3% hingga 5%. 

"Kami menargetkan bagaimana bisa mengutilisasi ini sampai di atas 10%," ujar Ali.

Ia menambahkan, dalam hal ini optimalisasi riset dan pengembangan (research & development/R&D) menjadi krusial agar perusahaan  tetap kompetitif.

“Langkah kami semuanya berbasis R&D, bagaimana kami menaikkan kualitas dan perencanaan produk sehingga cost production bisa tetap terjaga dengan baik,” ujar Ali.

Baca Juga: Riset Ungkap Peluang Besar Kakao Premium Asal Indonesia Tembus Pasar Global

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×