kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.825.000   20.000   0,71%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Bukalapak masih menunggu perizinan Buka Dompet dari BI


Kamis, 06 Desember 2018 / 23:02 WIB
ILUSTRASI. Bukalapak


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Untuk mengakali sarana isi ulang atau top up di perusahaan e-commerce yang perlu izin BI, Bukalapak bermitra dengan Dana membuat layanan dompet digital bernama Buka Dana.

Layanan yang dilansir September kemarin diklaim berjalan positif. Evi Andarini, Coorporate Communication Manager Bukalapak mengatakan terjadi lonjakan transaksi di layanan itu. "Betul, terus mengalami peningkatan transaksi sejak September, tapi untuk detailnya mohon maaf belum bisa di share,” Kata Evi kepada KONTAN, Senin (4/12).

Bukalapak juga menyediakan sistem pembayaran lain yakni  BukaDana, transfer virtual account, transfer bank, kartu Visa/Debit/Master Card/JCB, BCA klik pay, Mandiri e-cash, CIMBclicks, QRGoMobile, Indomaret, Alfamart, Kredivo, Akulaku dan Pos Indonesia.

Khusus BukaDana, pengguna dapat secara mudah melakukan top up saldo Buka Dana. Ini merupakan metode pembayaran baru yang disediakan Bukalapak.

Sementara untuk perkembangan platform pembayaran mandiri yakni BukaDompet merupakan layanan escrow management yang disediakan untuk menampung dana hasil penjualan bagi seller dan refund process bagi buyer.
Layanan tersebut nantinya akan dikembangkan untuk digunakan berbelanja di platform marketplace Bukalapak.
Evi menjelaskan, perusahaan sudah melakukan pengajuan untuk perizinan mendapatkan lisensi e-money dari Bank Indonesia sejak Maret 2018. "Kalau ditanya kedepannya seperti apa terkait BukaDompet kami masih menunggu izin dari BI keluar, hanya itu yang bisa kami jawab,” Ujar Evi.

Saat ini jumlah pelapak Bukalapak mencapai lebih dari 4 juta dan pengguna lebih dari 50 juta. Sementara itu, Bukalapak juga menggandeng lebih dari 400.000 warung dan tahun depan Evi menargetkan hingga 2,5 juta warung yang bergabung di Bukalapak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×