kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bulog incar impor GKP dari Thailand dan Australia


Kamis, 23 September 2010 / 13:39 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Usai mengantongi izin impor gula kristal putih (GKP) sebesar 60.000 ton. Perum Bulog membidik GKP dari Thailand dan Australia. Pertimbangannya, dua negara tersebut tidak jauh dari Indonesia; sehingga ongkos pengapalan pun bisa lebih mini dan waktu pengiriman lebih cepat.

"Kalau dari negara lain ongkosnya bisa lebih mahal," kata Dedi Kodir, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha (PPU) Perum Bulog kepada KONTAN, Jakarta, Kamis (23/9).

Bulog juga mempertimbangkan untuk mengangkut GKP dari India dan Brazil. Sayangnya, bila mengimpor dari dua negara itu, waktu yang dibutuhkan untuk mengusung gula ke Indonesia lebih lama dan ongkos pengapalan pun lebih tinggi.

Hanya saja, meski sudah mengincar pasar GKP Thailand dan Australia, Bulog belum berencana membeli gula dalam waktu dekat karena harga gula yang masih tinggi. "Sekarang masih gonjang-ganjing dan harga masih tinggi, nanti kami tunggulah," kata Dedi.

Dedi memperkirakan, masa yang tepat melakukan pembelian gula itu adalah November 2010 mendatang. Pasalnya, Thailand dan Australia sudah memasuki musim panen gula sehingga harga gula tertekan. “Kami beli dimungkinkan saat panen itu, dan pengiriman bisa dilakukan Januari atau setelahnya,” jelas Dedi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×