kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.636   -31,42   -0,47%
  • KOMPAS100 867   -5,52   -0,63%
  • LQ45 658   -5,19   -0,78%
  • ISSI 231   -0,99   -0,43%
  • IDX30 368   -3,06   -0,83%
  • IDXHIDIV20 455   -4,73   -1,03%
  • IDX80 99   -0,80   -0,81%
  • IDXV30 125   -1,37   -1,08%
  • IDXQ30 118   -1,17   -0,99%

BULOG Perkuat Stok Beras, 110.000 Ton Disalurkan ke Pasar dan Ritel Modern


Minggu, 06 September 2026 / 12:46 WIB
BULOG Perkuat Stok Beras, 110.000 Ton Disalurkan ke Pasar dan Ritel Modern
ILUSTRASI. Perum BULOG memperkuat langkah stabilisasi harga pangan dengan menambah pasokan beras ke pasar (Antara Foto/Andri Saputra)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum BULOG memperkuat langkah stabilisasi harga pangan dengan menambah pasokan beras ke pasar. Sebanyak 110.000 ton beras disiapkan untuk disalurkan ke jaringan ritel modern serta pasar-pasar yang menjadi titik pemantauan harga pangan di berbagai daerah.

Dari total pasokan tersebut, sebanyak 75.000 ton merupakan beras premium dan 35.000 ton beras medium.

Pasokan beras premium tersebut akan disalurkan secara bertahap untuk memperkuat ketersediaan beras di tingkat konsumen sekaligus menjaga harga tetap terkendali.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya BULOG mengantisipasi dinamika harga pangan melalui penguatan pasokan, operasi pasar, serta pemantauan langsung kondisi pasar di berbagai daerah.

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa pengawasan langsung ke pasar menjadi bagian penting dari langkah antisipatif BULOG dalam menjaga stabilitas pangan.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Jajaki Pengembangan Pabrik Pupuk di Rusia, Target Operasi 2030

“Kami mengantisipasi bukan hanya pengaduan, tetapi kami mengantisipasi akan kenaikan inflasi. Itu yang paling utama. Karena penugasan BULOG yang paling utama adalah menjaga stabilisasi harga,” ungkap Ahmad dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).

BULOG mengerahkan seluruh jajarannya di seluruh Indonesia untuk memastikan ketersediaan pasokan sekaligus menjaga harga beras dan kebutuhan pokok tetap terkendali.

Melalui Gerakan Pangan Murah dan Operasi Pasar, BULOG melakukan pemantauan secara langsung untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga maupun gangguan pasokan sedini mungkin.

Dari pasar di wilayah masing-masing, jajaran BULOG mengikuti koordinasi sekaligus melaksanakan monitoring dan operasi pasar secara bersamaan di berbagai daerah di Indonesia. Pemantauan mencakup harga, ketersediaan komoditas, kelancaran distribusi, hingga efektivitas intervensi pangan.

Langkah tersebut didukung oleh kondisi stok beras pemerintah yang kuat. Per 5 September 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola BULOG tercatat sekitar 4,9 juta ton dan tersebar di jaringan pergudangan seluruh Indonesia.

Di sisi hilir, penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) periode 2026 hingga 5 September 2026 telah mencapai sekitar 756.000 ton.

“Kekuatan stok dan besarnya realisasi penyaluran tersebut memberikan ruang yang memadai bagi BULOG untuk terus melakukan intervensi pasar secara terukur dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan beras bagi masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga: Pelni Siapkan Sembilan Kapal Baru, Tiga Diantaranya Pakai Dana PMN Rp 4 Triliun

Monitoring serentak dilakukan sebagai langkah preventif untuk merespons dinamika harga pangan secara cepat. Dalam pelaksanaannya, BULOG berkolaborasi dengan Satgas Pangan, TNI, Polri, pemerintah daerah, pengelola pasar, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Sinergi tersebut memungkinkan pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari ketersediaan stok, distribusi hingga harga di tingkat konsumen. Apabila ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar, langkah korektif dapat segera dilakukan di lapangan.

Bersama Satgas Pangan dan pemerintah daerah, hasil pemantauan pasar akan menjadi dasar untuk menentukan langkah intervensi yang diperlukan agar pasokan tetap lancar dan harga tidak bergerak di luar kewajaran.

Melalui penguatan stok, percepatan penyaluran SPHP, penambahan pasokan beras premium, operasi pasar, serta pengawasan langsung secara serentak, BULOG dan Bapanas memastikan seluruh instrumen yang dimiliki terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas pangan nasional.

“Kolaborasi dengan pemerintah, aparat, pelaku pasar, jaringan ritel modern dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar pasokan tersedia secara merata dan masyarakat di seluruh Indonesia dapat memperoleh pangan dengan harga yang wajar dan terjangkau,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×