kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.754   69,00   0,39%
  • IDX 6.381   -218,04   -3,30%
  • KOMPAS100 844   -29,87   -3,42%
  • LQ45 635   -15,74   -2,42%
  • ISSI 229   -9,52   -4,00%
  • IDX30 362   -7,11   -1,93%
  • IDXHIDIV20 448   -7,37   -1,62%
  • IDX80 97   -3,07   -3,07%
  • IDXV30 125   -3,59   -2,79%
  • IDXQ30 117   -1,65   -1,38%

BYD Masih Tahan Harga Mobil Listrik di Tengah Kenaikan Biaya Komponen


Selasa, 19 Mei 2026 / 11:00 WIB
BYD Masih Tahan Harga Mobil Listrik di Tengah Kenaikan Biaya Komponen
ILUSTRASI. Lonjakan harga komponen impor memukul industri EV. BYD Motor Indonesia justru punya strategi jitu untuk jaga harga jual tetap stabil di tengah tantangan. (KONTAN/Zendy Pradana)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lonjakan harga bahan baku dan komponen akibat konflik geopolitik global mulai memberikan tekanan terhadap berbagai sektor industri di Indonesia. Industri yang masih bergantung pada impor komponen menjadi salah satu yang paling terdampak, termasuk industri kendaraan listrik.

Kondisi tersebut turut dirasakan oleh BYD Motor Indonesia. Meski demikian, perusahaan otomotif asal China tersebut menegaskan masih mempertahankan strategi bisnis jangka panjangnya di pasar Indonesia.

Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan geopolitik global serta dinamika ekonomi domestik yang memengaruhi biaya produksi kendaraan listrik.

Menurut Luther, kenaikan harga komponen utama kendaraan listrik yang masih banyak diimpor dari China memang berdampak terhadap biaya produksi perusahaan.

"Memang berdampak pada adanya fluktuasi dari cost of production. Tapi yang saya sampaikan, BYD di Indonesia berinvestasi jangka panjang," ujar Luther Panjaitan di kawasan Tangerang, Banten, dikutip Selasa (19/5/2026).

Baca Juga: BYD Motor Indonesia Luncurkan M6 DM, Tahan Harga di Tengah Rupiah Melemah

Ia menjelaskan, BYD telah mengantisipasi berbagai tantangan pasar sejak awal ekspansi di Indonesia. Hal tersebut menjadi bagian dari strategi investasi jangka panjang yang dijalankan perusahaan.

"Dan sampai saat ini kami masih tetap positif dan confident dengan strategi yang kami miliki baik secara produk, pricing juga promosi-promosi yang kami akan lakukan," kata dia.

Di tengah tekanan biaya produksi dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), BYD memastikan belum menaikkan harga jual kendaraan listriknya di Indonesia.

Perusahaan menilai volatilitas kurs dan kenaikan biaya komponen masih dapat dikelola melalui strategi bisnis yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dengan pendekatan tersebut, BYD tetap optimistis mampu menjaga daya saing produk kendaraan listriknya di pasar domestik.

Selain itu, langkah mempertahankan harga jual juga dinilai penting untuk menjaga minat konsumen terhadap kendaraan listrik di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×