kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.023.000   -45.000   -1,47%
  • USD/IDR 16.823   -17,00   -0,10%
  • IDX 8.322   41,40   0,50%
  • KOMPAS100 1.169   5,71   0,49%
  • LQ45 843   5,44   0,65%
  • ISSI 297   2,30   0,78%
  • IDX30 446   4,50   1,02%
  • IDXHIDIV20 535   5,84   1,10%
  • IDX80 130   0,54   0,41%
  • IDXV30 146   2,84   1,99%
  • IDXQ30 144   1,31   0,92%

Cashlez (CASH) Pertahankan Fokus Usaha pada Layanan Sistem Pembayaran Digital di 2026


Rabu, 25 Februari 2026 / 19:01 WIB
Cashlez (CASH) Pertahankan Fokus Usaha pada Layanan Sistem Pembayaran Digital di 2026
ILUSTRASI. CASH Rebranding Cashlez Menjadi CashUP


Reporter: Leni Wandira | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah aksi korporasi yang tengah dijalankan, PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) menegaskan struktur kegiatan usahanya tetap berada di sektor teknologi dan jasa penunjang keuangan dalam rezim perizinan sistem pembayaran Bank Indonesia.

Seketaris Perusahaan CASH Thriyani Rahmania mengatakan, kegiatan usaha CASH dijalankan sesuai klasifikasi sektor teknologi dan jasa penunjang keuangan dengan izin sistem pembayaran. Karakteristik perizinan tersebut melekat pada model bisnis, kepemilikan, serta pengendalian perusahaan, sekaligus berada dalam pengawasan berkelanjutan regulator.

Struktur perizinan ini, menurut Perseroan, membatasi perubahan kegiatan usaha utama ke sektor lain. Setiap pengalihan atau perubahan fundamental di luar sektor sistem pembayaran hanya dapat dilakukan melalui proses perizinan ulang dan evaluasi menyeluruh dari regulator. 

"Dengan demikian, kegiatan operasional Perseroan tetap pada industri teknologi sistem pembayaran dan dijalankan sesuai kerangka regulasi sektor keuangan digital," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (25/2/2026).

Baca Juga: Asosiasi Unggas Nilai Impor Ayam AS Tak Ganggu Industri Perunggasan Dalam Negeri

Dari sisi industri, pertumbuhan pembayaran digital nasional masih menunjukkan tren struktural yang kuat. Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 12,99 miliar transaksi pada kuartal III-2025, tumbuh sekitar 38% secara tahunan. 

Sementara transaksi QRIS pada semester I-2025 mencapai sekitar 6,05 miliar transaksi senilai Rp579 triliun dengan lebih dari 39 juta merchant, yang mayoritas berasal dari segmen UMKM.

Secara regional, pembayaran digital juga diproyeksikan terus menjadi tulang punggung ekonomi digital, terutama dalam transaksi e-commerce Asia Tenggara. Kondisi ini memperkuat posisi penyedia infrastruktur penerimaan pembayaran sebagai bagian penting dalam ekosistem ekonomi digital.

Namun, secara kinerja keuangan, Perseroan masih menghadapi tekanan. Pada tahun buku 2025, Cashlez membukukan pendapatan sekitar Rp 110,19 miliar dengan rugi bersih sekitar Rp 68,11 miliar, meningkat dibandingkan rugi tahun sebelumnya sekitar Rp 33,7 miliar. 

Penurunan kinerja ini dipengaruhi oleh penurunan pendapatan tahunan serta peningkatan beban penurunan nilai piutang.

Ia menilai kondisi tersebut berdampak pada profitabilitas jangka pendek, tetapi merupakan bagian dari fase konsolidasi untuk memperkuat fondasi operasional, baik dari sisi volume transaksi maupun efisiensi biaya.

 

Ke depan, CASH menyatakan tetap berfokus pada pengembangan layanan pembayaran digital, perluasan jaringan merchant, serta inovasi teknologi. Strategi ini diarahkan untuk menangkap peluang pertumbuhan transaksi non-tunai di Indonesia, dengan tetap mengedepankan kepatuhan regulasi dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

Selanjutnya: Wacana Pembatasan Minimarket, Begini Rekomendasi Saham Alfamart (AMRT)

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (26/2), Provinsi Ini Diguyur Hujan Sangat Lebat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×