kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 18.012   53,00   0,30%
  • IDX 5.886   -16,34   -0,28%
  • KOMPAS100 775   -7,40   -0,95%
  • LQ45 587   -2,64   -0,45%
  • ISSI 201   -0,63   -0,31%
  • IDX30 334   -0,77   -0,23%
  • IDXHIDIV20 414   0,55   0,13%
  • IDX80 88   -0,64   -0,72%
  • IDXV30 110   -0,60   -0,54%
  • IDXQ30 108   0,47   0,44%

Asperindo Ungkap Strategi Industri Pengiriman Barang Setelah Harga BBM Naik


Kamis, 11 Juni 2026 / 21:43 WIB
Asperindo Ungkap Strategi Industri Pengiriman Barang Setelah Harga BBM Naik
ILUSTRASI. NCS Kurir (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax kini sudah mencapai Rp16.250 per liternya. Kenaikan tersebut ternyata juga berdampak untuk jasa pengiriman barang.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Budiyanto Darmastono mengatakan bahwa kenaikan tarif pelayanan pengiriman barang bisa menjadi opsi pelaku industri usai harga pertamax melonjak.

"Apabila kenaikan biaya operasional berlangsung dalam jangka panjang dan mencapai tingkat yang tidak lagi dapat ditanggung melalui efisiensi internal, maka penyesuaian tarif layanan menjadi hal yang sulit dihindari agar keberlanjutan usaha tetap terjaga," ujar Budiyanto kepada Kontan, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga: Harga BBM Naik, Begini Tanggapan Honda Prospect Motor

Budiyanto menyebut bahwa upaya tersebut bukan menjadi opsi paling utama. Industri pengiriman barang harus tetap berupaya melakukan berbagai langkah efisiensi internal terlebih dahulu untuk menjaga daya beli pelanggan.

Selanjutnya, Asperindo meminta kepada industri pengiriman barang untuk melakukan sejumlah langkah strategis demi menghadapi kondisi saat ini.

Perusahaan diminta meningkatkan efisiensi rute pengiriman melalui pemanfaatan teknologi dan sistem optimasi distribusi. Kemudian, perusahaan juga mesti mengoptimalkan kapasitas muatan kendaraan agar tingkat utilisasi armada lebih tinggi.

"Melakukan pengendalian biaya operasional secara menyeluruh tanpa mengurangi kualitas layanan dan memperkuat digitalisasi proses bisnis untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja," kata dia.

Baca Juga: Harga BBM Naik, Inflasi Pangan Diroyeksi Tembus 6% di April 2026, Cek Pemicunya

Pun, perusahaan mengevaluasi jaringan distribusi dan pola operasional  agar lebih efektif. Budiyanto juga meminta perusahaan mengkaji kemungkinan penyesuaian tarif secara selektif dan terukur apabila kondisi operasional mengharuskannya.

"Asperindo berharap pemerintah dapat mempertimbangkan dampak berantai kenaikan harga energi terhadap sektor logistik nasional. Industri logistik merupakan tulang punggung distribusi barang dan penggerak aktivitas ekonomi," tandas Budiyanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×