kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Celios: Danantara Belum Berkontribusi Nyata bagi Ekonomi Nasional


Minggu, 17 Agustus 2025 / 20:45 WIB
Celios: Danantara Belum Berkontribusi Nyata bagi Ekonomi Nasional
ILUSTRASI. Gedung Wisma Danantara Indonesia di Jakarta, Selasa (8/7/2025). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A


Reporter: Shintia Rahma Islamiati | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak enam bulan berdiri, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dinilai belum menunjukkan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. 

Beberapa proyek yang digarap justru dinilai kurang tepat sasaran dan belum memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menilai arah investasi Danantara masih perlu diperbaiki. 

“Danantara, jika mengacu pada keterangan pejabatnya, masih akan fokus pada restrukturisasi dan belum fokus kepada investasi. Investasi yang dilakukan juga tidak pada tempat yang tepat, seperti proyek DME batubara yang tidak bermanfaat bagi ekonomi maupun masyarakat secara luas,” ujarnya kepada Kontan, Sabtu (16/8/2025).

Baca Juga: Rosan Hadiri Perayaan HUT ke-80 RI, Ungkapkan Kontribusi Danantara

Menurut Nailul, seharusnya Danantara mengarahkan investasi pada sektor yang berdampak positif secara sosial, ekonomi, dan lingkungan, seperti energi baru terbarukan. 

“Jika investasi justru dilakukan di bidang yang ‘kotor’, dampaknya bisa negatif terhadap ekonomi dalam jangka menengah dan panjang,” tegasnya.

Selain persoalan arah investasi, tantangan lain yang dihadapi Danantara adalah masalah tata kelola. 

Nailul menyebut birokrasi yang masih kental dengan pola kementerian serta praktik rangkap jabatan menjadi penghambat. 

Baca Juga: Danantara Kejar Investasi Rp 720 Triliun, Sokong Pertumbuhan Ekonomi 5,4% pada 2026

“Direktur Agrinas sempat mundur, salah satu penyebabnya adalah masalah birokrasi. Rangkap jabatan Menteri Investasi dengan Kepala Danantara juga membuat pengelolaan tidak berjalan optimal,” jelasnya.

Danantara harus segera memperbaiki tata kelola dan menempatkan investasi pada sektor strategis yang berorientasi pada keberlanjutan agar dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. 

Baca Juga: Rosan Optimistis Target Investasi Rp 13.000 Triliun Akan Tercapai, Didorong Danantara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×