kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   -25.000   -0,88%
  • USD/IDR 17.320   109,00   0,63%
  • IDX 7.446   -95,65   -1,27%
  • KOMPAS100 1.015   -16,20   -1,57%
  • LQ45 725   -11,02   -1,50%
  • ISSI 270   -3,20   -1,17%
  • IDX30 398   -3,90   -0,97%
  • IDXHIDIV20 488   -3,64   -0,74%
  • IDX80 114   -1,77   -1,53%
  • IDXV30 140   -0,64   -0,45%
  • IDXQ30 127   -1,03   -0,81%

Central Omega (DKFT) Bagi Dividen Rp 390,31 Miliar Setelah Puasa Satu Dasawarsa


Kamis, 23 April 2026 / 11:24 WIB
Central Omega (DKFT) Bagi Dividen Rp 390,31 Miliar Setelah Puasa Satu Dasawarsa
ILUSTRASI. PT Central Omega Resources Tbk DKFT (Dok/DKFT)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) memutuskan membagi dividen dari laba bersih tahun buku 2025. Emiten tambang nikel ini sebelumnya puasa membagi dividen selama satu dasawarsa.

Direktur Central Omega Resources, Andi Jaya mengungkapkan bahwa DKFT mengalokasikan sebesar Rp 390,31 miliar sebagai dividen yang dibagikan kepada para pemegang saham.

Secara rasio, jumlah tersebut setara dengan 68% dari laba bersih yang dibukukan oleh DKFT pada 2025.

Secara total, DKFT akan membagikan dividen sebesar Rp 70 per saham. Kebijakan ini sudah mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu (22/4/2026).

Baca Juga: Ditopang Nikel, Kinerja Central Omega Resources (DKFT) Tumbuh Solid di 2025

Andi menjelaskan, pembagian dividen DKFT terbagi atas tiga tahapan. Sebelumnya, DKFT telah membagi dividen interim pada 7 Juli dan 30 Oktober 2025, masing-masing sebesar Rp 10 dan Rp 25 per saham.

"Di RUPS sudah kami sampaikan untuk finalnya, jadi total Rp 70, sehingga akan dibayarkan lagi (dividen) Rp 35 per saham," kata Andi dalam paparan publik yang berlangsung pada Rabu (22/4/2026).

Tetapi, Andi belum merinci jadwal pembagian sisa dividen Rp 35 per saham tersebut. Andi membeberkan riwayat pembagian dividen DKFT sejak tahun buku 2011. Saat itu, DKFT menebar dividen sebesar Rp 100 per saham.

Kemudian pada tahun buku 2012 dan 2013, DKFT masing-masing membagi dividen Rp 50 per saham. Setelah itu, pada tahun buku 2014 - 2024, DKFT puasa membagi dividen.

Baca Juga: Central Omega (DKFT) Optimistis Kejar Laba Rp 628,9 Miliar pada 2026, Ini Strateginya

Andi menjelaskan hal itu terjadi karena DKFT membukukan laba (earnings) yang negatif. Penyebabnya terkait dengan kebijakan pemerintah yang menerapkan moratorium atau penghentian ekspor bijih nikel. Imbasnya, pada tahun 2014 - 2017 DKFT tidak bisa mencatatkan penjualan.

Sesuai regulasi, DKFT pun membangun smelter pada tahun 2015 dan mulai beroperasi komersial pada 2018. "Tapi karena selama bertahun-tahun tidak ada revenue, itu kan secara earnings-nya negatif, sampai dengan tahun 2024 baru selesai. PR-nya selesai, sehingga 2025 kami baru bisa membagikan dividen kembali," jelas Andi.

Secara kinerja, DKFT membukukan penjualan senilai Rp 1,57 triliun sepanjang tahun 2025. Meningkat 7,53% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan penjualan DKFT pada 2024, yang kala itu sebesar Rp 1,46 triliun.

Meski penjualan naik, tapi DKFT mampu menekan beban pokok penjualan yang mengalami penurunan 4,48% (yoy) menjadi Rp 792,58 miliar. Hasil ini mendongkrak perolehan laba kotor DKFT dengan kenaikan 24,10% (yoy) dari Rp 631,39 miliar menjadi Rp 783,59 miliar.

Baca Juga: Avia Avian (AVIA) Tebar Dividen Rp 1,36 Triliun, Setara Rp 23 per Saham

Secara bottom line, DKFT meraih laba bersih sebesar Rp 573,48 miliar pada tahun 2025. Keuntungan DKFT melonjak 56,62% dibandingkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada 2024, yang kala  itu tercatat sebesar Rp 366,16 miliar.

Andi menjelaskan, pertumbuhan laba DKFT terdongkrak oleh penurunan beban produksi. DKFT mengusung strategi untuk memacu produksi bijih nikel jenis limonit yang biaya produksinya lebih rendah dibandingkan dengan bijih nikel jenis saprolit.

"Beban pokok penjualan berhasil mengalami penurunan karena strategi Manajemen untuk menerapkan penjualan limonit yang lebih banyak. Dengan cara ini perusahaan bisa menekan beban produksi. Oleh karena itu laba kotor sampai laba bersih terjadi peningkatan yang cukup signifikan," terang Andi.


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×