kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Central Proteina Prima Tambah Kapasitas Produksi Makanan Boga Bahari Dua Kali Lipat


Rabu, 20 Juli 2022 / 15:36 WIB
Central Proteina Prima Tambah Kapasitas Produksi Makanan Boga Bahari Dua Kali Lipat
ILUSTRASI. Central Proteina Prima (CPRO) tambah kapasitas produksi makanan boga bahari dua kali lipat di 2022. Foto Dok. CPRO/difile oleh Daniel/2008


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) menyiapkan agenda ekspansi menambah kapasitas unit produksi makanan boga bahari menjadi dua kali lipat untuk menghasilkan produk-produk makanan dengan cita rasa Indonesia. Rencananya agenda ekspansi ini akan selesai di antara semester II 2022 atau kuartal IV 2022 mendatang. 

Direktur Central Proteina Prima, Paulius Juta menjelaskan, kapasitas pabrik di Kendal akan naik dua kali lipat dari yang sekitar 300 ton per bulan akan menjadi 600 ton per bulan. 

“Lahannya baru dibangun setengah jadi masih ada ekspansi ke depan jika market memungkinkan,” jelasnya dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (20/7). 

Baca Juga: Capai Rp 2,2 Triliun, Laba Central Proteina Prima (CPRO) Melesat pada Tahun Lalu

Agenda penambahan kapasitas produksi ini dilakukan CPRO karena melihat prospek bisnis makanan boga bahari yang gurih di sepanjang tahun ini. Selama pandemi, pihaknya membukukan permintaan permintaan dan penjualan di segmen bisnis ini. 

Paulius mengungkapkan, sejak pandemi bisnis makanan tidak turun, malah jika diperhatikan tahun ini setiap ada pelonggaran pembatasan mobilitas atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah, semua rumah makan penuh. Melihat ini, CPRO akan menjaga pasokan produk dengan kualitas yang baik dan harga yang terjangkau.

“Ini yang nantinya akan menciptakan demand,” ujarnya. 

Direktur Utama Central Proteina Prima, Hendri Laiman menambahkan untuk mendukung ekspansi di tahun ini, CPRO merencanakan anggaran belanja modal senilai Rp 267 miliar. 

“Untuk ekspansi pabrik boga bahari senilai Rp 120 miliar, kami akan selesaikan karena sebagian dana sudah dikeluarkan di tahun lalu sekitar Rp 38 miliar untuk membeli tanah dan mulai pembangunan. Di tahun ini kami akan selesaikan sisanya,” terangnya dalam kesempatan yang sama. 

Baca Juga: Central Proteina Prima (CPRO) Siapkan Capex Rp 320 Miliar, untuk Apa Saja?

Hendri memaparkan, penyelesaian pabrik makanan boga bahari diproyeksikan akan selesai di semester II 2022 atau kuartal IV 2022 mendatang. 

Selain ekspansi pabrik makanan, Hendri mengungkapkan, pihaknya juga sedang menimbang rencana untuk membeli lahan dan pembangunan sebagian gudang untuk pakan hewan kesayangan. “Kami masih melihat kondisi saat ini, sejauh ini kami masih menimbang akan lakukan di tahun ini atau bergeser di kuartal I 2023,” paparnya.  

Hendri menjelaskan lebih lanjut, masih sambil memantau kondisi terkini, pihaknya menyimpan rencana untuk membangun fasilitas produksi pakan hewan kesayangan. Investasi pembangunan fasilitas produksi ini akan dikeluarkan secara bertahap.

Jika kondisi memungkinkan, mereka akan mengeluarkan dana senilai Rp 180 miliar di tahun ini dan Rp  170 miliar di tahun depan. Adapun jika ditotal, investasi yang harus dipersiapkan CPRO untuk membangun fasilitas pabrik pet food senilai Rp 350 miliar. 

 

Kemudian, ada juga belanja modal lainnya yang dipersiapkan sekitar Rp 12 miliar untuk membangun pembenihan atau hatchery untuk benur udang di Bangka.

“Di sana industri udang tinggi sekali dan kalau kami membawa benur udang dari fasilitas kami saat ini, biayanya mahal dan kesegaran produk gak terlalu bagus. Maka itu, kamu mencoba bangun di sana,” ujarnya. 

Asal tahu saja, sebelumnya CPRO juga sudah menambah kapasitas pabrik pasar ikan apung dan pakan hewan kesayangan sebesar 40.000 ton per tahun di 2021. Dengan adanya ekspansi ini, total kapasitas produksi CPRO meningkat dari sebelumnya di 2020 sebanyak 880.000 ton menjadi 920.000 ton di 2021. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×