kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45956,61   8,16   0.86%
  • EMAS1.017.000 0,30%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Cerestar Indonesia Yakin Target Laba Bakal Tercapai Meski Ada Kenaikan Harga Gandum


Sabtu, 24 September 2022 / 20:30 WIB
Cerestar Indonesia Yakin Target Laba Bakal Tercapai Meski Ada Kenaikan Harga Gandum


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Cerestar Indonesia Tbk (TRGU), emiten produsen tepung olahan gandum tetap optimis laba tahun 2022 bisa tercapai di atas 100%. Meskipun optimisme tersebut masih di tengah tren kenaikan harga tepung terigu terkait perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan. 

Perseroan yakin di tengah kenaikan harga gandum di pasar global tidak akan mempengaruhi kinerja tahun ini. Sebab permintaan tepung terigu di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. 

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), impor gandum Indonesia pada tahun 2021 sebesar 11,43 juta ton, meningkat 8,85% dari tahun 2020. Adapun untuk tahun ini, sampai dengan akhir Juni, impor gandum sudah mencapai 5.5 juta ton.

Sementara terkait kenaikan harga tepung terigu tersebut, TGRU telah melakukan penyesuaian secara bertahap sehingga pelanggan mendapat kesempatan untuk penyesuaian harga jual makanan yang diproduksinya.

Baca Juga: Usai Mencaplok 30% Saham GEMS, ABM Investama (ABMM) Perkuat Sinergi Bisnis

“Jadi sekalipun kami punya stok yang dibeli dengan harga lama, kami tidak mengoptimalkan keuntungan dari kenaikan harga tersebut. Kita memilih melakukan adjustment secara bertahap, supaya pelanggan bisa melakukan penyesuaian juga,” kata Direktur Utama Cerestar Indonesia, Indra Irawan dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Selasa (20/9). 

Dengan pendekatan tersebut, penjualan tepung terigu perseroan tetap meningkat di tengah kenaikan harga akibat perang Rusia- Ukraina tersebut. Pada Semester I tahun ini penjualan tepung terigu TRGU mencapai 242.000 MT meningkat dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar 226.000 MT.

 

 

“Perseroan optimis kenaikan harga terkait kelangkaan pasokan gandum dunia akibat perang Rusia-Ukraina akan segera mereda, karena keberhasilan panen gandum di Australia, Kanada dan Amerika akan membantu mengisi kekurangan pasokan di pasar gandum dunia,” ungkapnya. 

Sebagai informasi, hingga semester I-2022, TRGU telah membukukan laba bersih Rp 19,69 miliar, atau mencapai 99% dari target laba bersih di sepanjang 2022 sebesar Rp 20 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×