kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.830.000   -50.000   -1,74%
  • USD/IDR 17.211   48,00   0,28%
  • IDX 7.542   -17,77   -0,24%
  • KOMPAS100 1.031   -8,30   -0,80%
  • LQ45 736   -7,70   -1,04%
  • ISSI 273   -0,06   -0,02%
  • IDX30 401   0,75   0,19%
  • IDXHIDIV20 492   5,09   1,05%
  • IDX80 115   -0,96   -0,82%
  • IDXV30 141   2,14   1,54%
  • IDXQ30 129   0,46   0,36%

Chitose International (CINT) Incar Pendapatan Rp 560 Miliar di 2026, Ini Pendorongnya


Rabu, 22 April 2026 / 15:42 WIB
Chitose International (CINT) Incar Pendapatan Rp 560 Miliar di 2026, Ini Pendorongnya
ILUSTRASI. Chitose International (CINT) Tebar Dividen Tunai Rp 13,77 miliar dari Laba Bersih 2025 (Vina Elvira/Vina Elvira)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - CIMAHI. Emiten furnitur, PT Chitose International Tbk (CINT) menatap prospek bisnis tahun 2026 dengan sikap optimistis. Perusahaan ini menargetkan pertumbuhan kinerja keuangan, baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih dibandingkan tahun 2025.

Pada tahun 2026, CINT menargetkan perolehan pendapatan sebesar Rp 560 miliar atau tumbuh sekitar 8% dari realisasi 2025. Sejalan dengan itu, laba bersih diproyeksikan meningkat sekitar 5% menjadi Rp 35 miliar.

Direktur Chitose International Susanto, menyampaikan bahwa proyeksi tersebut didukung oleh outlook pasar furnitur yang masih menjanjikan, terutama dari segmen pendidikan, peralatan kantor, rumah sakit, dan hotel banquet, dan restoran. 

Baca Juga: BPK Soroti Alokasi Lahan Tak Akurat, DPR Minta Perbaikan Data Pangan Nasional

“Perseroan berfokus pada diversifikasi produk di berbagai segmen, yaitu pendidikan, perkantoran, hotel banquet, dan restoran (HBR), rumah sakit dan alat kesehatan, serta home furniture,” ungkap Susanto, dalam acara Paparan Publik, Rabu (22/4/2026). 

Dia melanjutkan, segmen pendidikan masih akan menjadi salah satu fokus perusahaan pada 2026. Maklumlah, sektor ini memiliki andil yang cukup besar terhadap pertumbuhan CINT selama ini. 

Selain itu, perusahaan ini juga akan terus mengembangkan variasi produk di segmen perkantoran, sejalan dengan permintaan pasar terhadap desain peralatan kantor yang mulai menyesuaikan dengan kebutuhan generasi saat ini. 

“Permintaan dari institusi swasta maupun pemerintahan cenderung stabil, dengan tren pertumbuhan yang semakin inovatif. Perseroan juga memperluas jangkauan ke korporasi swasta, termasuk dalam pengembangan branding tempat kerja, sehingga permintaan terhadap furnitur yang ergonomis dan fleksibel akan terus meningkat,” lanjutnya. 

Dari segmen HBR, pihaknya melihat sudah ada tren revitalisasi pasca pandemi Covid-19. CINT akan memanfaatkan peluang ini dengan mengembangkan desain-desain baru yang sesuai dengan permintaan di sektor tersebut. 

Keran pertumbuhan baru

Tak ketinggalan, CINT juga membidik peluang pada sektor alat kesehatan, khususnya tempat tidur rumah sakit dan perlengkapan pendukung lainnya.

Susanto menyebut, permintaan dari sektor ini terus menunjukkan pertumbuhan positif, sejalan dengan kebutuhan fasilitas kesehatan di Indonesia yang masih sangat besar. 

Program revitalisasi rumah sakit milik oleh pemerintah juga menjadi salah satu peluang pertumbuhan yang cukup menjanjikan bagi perusahaan. 

Didukung oleh sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), Perseroan optimistis mampu meningkatkan daya saing terhadap produk impor sekaligus memperluas basis pelanggan. 

“Chitose sudah bisa membuat kasur rumah sakit, baik yang standar manual maupun sampai yang elektrik, sehingga bisa memenuhi rumah sakit dari kelas standar sampai kelas kamar VIP,” tambahnya. 

Untuk mendukung target tersebut, CINT menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 5 miliar pada 2026. Dana ini akan digunakan untuk revitalisasi mesin, otomasi, serta peningkatan efisiensi proses produksi.

Baca Juga: Harga Plastik Naik 40%, Produsen Snack Mulai Putar Strategi

Di sisi ekspor, perseroan terus memperluas pasar luar negeri meskipun kontribusinya masih terbatas yakni stabil di angka  7%-8% dari total penjualan. Saat ini, ekspor CINT telah menjangkau Jepang dan Malaysia.

“Untuk pasar ekspor, kami terus menjaga dan mengembangkan peluang yang ada. Jepang masih menjadi salah satu fokus utama karena potensinya masih cukup besar,” tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×