kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.142   -2,00   -0,01%
  • IDX 7.757   81,12   1,06%
  • KOMPAS100 1.075   12,10   1,14%
  • LQ45 772   8,17   1,07%
  • ISSI 281   3,32   1,20%
  • IDX30 411   4,47   1,10%
  • IDXHIDIV20 495   3,86   0,78%
  • IDX80 120   1,24   1,04%
  • IDXV30 138   1,39   1,02%
  • IDXQ30 131   1,10   0,85%

Daihatsu Indonesia ketar-ketir, kepastian impor komponen dari Jepang belum jelas


Kamis, 24 Maret 2011 / 17:54 WIB
ILUSTRASI. Warga penerima bantuan menunjukkan uang tunai saat pembagian Bantuan Sosial Tunai Non Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/4/2020). Pemerintah Kota Bogor mulai menyalurkan bantuan sosial tun


Reporter: Evilin Falanta | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Dampak gempa dan tsunami yang melanda Jepang turut dirasakan oleh industri otomotif di Indonesia. Pasalnya, pabrik otomotif terpaksa harus ditutup lantaran kekurangan pasokan listrik akibat kebocoran radiasi nuklir.

Salah satu yang merasakan imbas penutupan pabrik di Jepang adalah Daihatsu. Menurut Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor , Sudirman MR , proses produksi hingga bulan ini masih berjalan lancar, hanya saja dikhawatirkan pasokan komponen bahan baku untuk produksi bulan April tidak ada.

Sebab sebagian besar komponen otomotif Daihatsu masih mengimpor dari Jepang maupun negara Asean lainnya. Saat ini, Daihatsu melibatkan 155 pemasok lokal, dan 850 pemasok komponen dari luar negeri. “Padahal komponen yang didatangkan dari negara Asean sebagian juga mengambil bahan baku dari pabrik di Jepang,” katanya.

Sudirman belum dapat memastikan seberapa besar kerugian Daihatsu Indonesia akibat terhambatnya impor komponen dari Jepang. “Stok bahan baku kami juga masih cukup hingga produksi akhir bulan ini, hanya saja untuk bulan April dan Mei mendatang kami tidak dapat pastikan kelanjutannya," jelas Sudirman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×