kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Dampak covid-19, penumpang LRT Jakarta anjlok hingga 90%


Kamis, 02 April 2020 / 19:58 WIB
ILUSTRASI. Petugas membersihkan pegangan tangan (hand grip) dari gerbong kereta di Depo Light Rail Transit (LRT), Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, Jumat (6/3/2020). LRT Jakarta berupaya mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) dengan sejumlah cara seperti membersih


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT LRT Jakarta mengaku sejak adanya pandemi virus corona (COVID-19) pendapatannya anjlok hingga 90%.

General Manager Corporate Secretary LRT Jakarta Arnold Kindangen mengungkapkan jumlah tren penumpang saat ini sudah mulai turun hanya di bawah 400 penumpang.

Baca Juga: Kemenhub rekomendasikan pembatasan moda transportasi di Jabodetabek

Pihaknya kini tengah memprioritaskan pelayanan dan menjalankan program pemerintah yang saat ini berorientasi pada keselamatan bersama untuk memutus rantai pandemi virus Covid-19 yang masif walaupun terjadi konsekuensi pada penurunan pendapatan.

"Estimasi penurunan pendapatan kurang lebih di 90%," ujar Arnold kepada kontan.co.id, Kamis (02/4).

LRT Jakarta juga angkat bicara perihal surat edaran Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Nomor 5 Tahun 2020 tentang pembatasan penggunaan transportasi publik yang bertujuan untuk mengurangi pergerakan masyarakat dari dan wilayah Jabodetabek sebagai langkah pencegahan Covid-19.

Baca Juga: BPTJ akan batasi akses dan angkutan Jabodetabek




TERBARU

[X]
×