Reporter: Hervin Jumar | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekspansi data center di Indonesia makin marak seiring masuknya investasi korporasi besar ke sektor tersebut.
Namun, pemerintah didorong untuk memastikan derasnya investasi tersebut tidak berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi memberikan efek berganda bagi ekonomi domestik.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai manfaat ekonomi dari ekspansi data center sangat bergantung pada kebijakan pemerintah dalam mengatur arah investasi.
Baca Juga: Data Center Marak di Jatiluhur, Air untuk Irigasi dan Pasokan ke Jakarta Terancam
Kepastian regulasi, kesiapan infrastruktur, keterlibatan pelaku usaha nasional hingga pengembangan tenaga kerja menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi, dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia, Erwin Aksa, mengatakan pemerintah juga perlu memberikan kepastian bagi pelaku usaha dalam mengakses energi terbarukan.
“Pemerintah juga perlu memberikan kepastian mengenai skema akses terhadap energi terbarukan. Pelaku usaha membutuhkan mekanisme yang jelas untuk memperoleh listrik hijau, termasuk kepastian harga, sertifikasi, jaminan pasokan, dan pengakuan terhadap target pengurangan emisi,” ujar Erwin saat dihubungi Kontan, Jumat (25/9/2026).
Menurut Erwin, agar ekspansi data center tetap menarik investasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas, ada enam hal yang perlu dilakukan pemerintah.
Pertama, pemerintah perlu menyediakan peta jalan nasional untuk pengembangan data center yang mengintegrasikan aspek digital, energi, air, tata ruang, lingkungan, dan keamanan data.
Perizinan harus sederhana dan terkoordinasi, tetapi tetap berbasis pada standar lingkungan dan daya dukung wilayah.
Kedua, pembangunan data center harus diarahkan ke lokasi yang memiliki kesiapan infrastruktur, termasuk listrik, jaringan telekomunikasi, air, akses logistik, dan keamanan. Tidak semua wilayah dapat menampung fasilitas dengan konsumsi energi dan air yang besar.
Baca Juga: Garuda Indonesia Perkuat Pengalaman Pelanggan
Ketiga, insentif investasi perlu dikaitkan dengan kinerja dan manfaat ekonomi. Misalnya, komitmen penggunaan energi terbarukan, efisiensi air, penggunaan penyedia jasa lokal, pelatihan tenaga kerja Indonesia, pengembangan pusat operasi dan pemeliharaan, serta kontribusi terhadap penguatan industri digital nasional.
Keempat, perlu ada penguatan rantai pasok domestik. Pembangunan data center dapat membuka peluang bagi perusahaan nasional di bidang konstruksi, sistem pendingin, kelistrikan, keamanan siber, jaringan, perangkat lunak, pemeliharaan, dan jasa profesional.
Pemerintah perlu memastikan perusahaan lokal memiliki kesempatan masuk ke rantai pasok tersebut dengan tetap memperhatikan standar kualitas dan keamanan.
Kelima, investasi data center harus diikuti pengembangan talenta digital. Kebutuhan tenaga kerja bukan hanya teknisi fasilitas, tetapi juga ahli jaringan, cloud, keamanan siber, data analytics, kecerdasan buatan, manajemen energi, dan pengelolaan lingkungan.
Program pendidikan dan pelatihan perlu disusun bersama pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan.
Keenam, aspek keamanan dan kedaulatan data harus menjadi bagian dari perencanaan. Indonesia perlu memastikan pertumbuhan data center memperkuat kepercayaan terhadap ekosistem digital nasional, termasuk melalui standar keamanan, perlindungan data pribadi, manajemen risiko, dan kesinambungan layanan.
Baca Juga: TransNusa Gandeng Skywise Perkuat Transformasi Digital Operasional
Kadin melihat ekspansi data center sebagai peluang besar untuk meningkatkan investasi dan daya saing ekonomi digital Indonesia. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari jumlah megawatt kapasitas listrik atau luas bangunan yang dibangun.
Ukuran keberhasilannya juga harus mencakup keandalan layanan digital, efisiensi penggunaan air dan energi, peningkatan penggunaan energi bersih, penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguatan perusahaan nasional, pengembangan talenta digital, serta tumbuhnya industri berbasis data dan teknologi di dalam negeri.
Dengan perencanaan yang terintegrasi dan standar lingkungan yang kuat, pembangunan data center seperti di kawasan Jatiluhur dapat menjadi bagian penting dari transformasi digital Indonesia tanpa mengorbankan kebutuhan air, irigasi, keandalan listrik, dan kepentingan masyarakat sekitar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














