kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Data produksi kakao simpang siur


Selasa, 13 Maret 2012 / 16:45 WIB
Data produksi kakao simpang siur
ILUSTRASI. Kalbe Learning Cente. KONTAN/Baihaki/6/2/2019


Reporter: Handoyo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Pemerintah melalui kementerian Pertanian menyatakan adanya perbedaan data produksi kakao secara nasional. Perbedaan data produksi kakao ada pada data produksi versi pemerintah dengan data produksi versi Asosiasi Kakao Indonesia (Akindo).

"Data produksi kakao memang berbeda-beda," kata Gamal Nasir, Direktur Jenderal Perkebunan, kementerian Pertanian di Jakarta, Selasa (13/3).

Pemerintah menyatakan, produksi kakao tahun ini akan mengalami kenaikan karena adanya program gerakan nasional (Gernas) kakao sejak tahun 2009 lalu. Program ini dinilai berhasil meningkatkan produksi kakao secara nasional.

Data Kementan menyebutkan, produksi kakao tahun 2011 berkisar 712.000 ton dari realisasi 1,67 juta hektare (Ha) lahan perkebunan. Untuk tahun ini, Gamal memprediksi, produksi kakao bisa naik 11% menjadi 800.000 ton.

Sebelumnya, angka produksi kakao berbeda disampaikan oleh Sekretaris Eksekutif Askindo, Firman Bakrie. Ia bilang, prediksi produksi kakao tahun ini hanya 500.000 ton saja, naik tipis 16,3% dari realisasi produksi tahun 2011 sebesar 430.000 ton. Produksi kakao tahun 2011 itu turun 9% ketimbang realisasi produksi 2010.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×