Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Daya saing investasi menjadi tantangan yang perlu diperkuat pemerintah untuk mendorong eksplorasi dan pengembangan proyek minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia.
Pengamat migas Universitas Trisakti sekaligus Founder ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto mengatakan, Indonesia masih memiliki potensi sumber daya migas yang besar. Namun, potensi tersebut perlu ditopang iklim investasi yang kompetitif.
Menurut dia, investor tidak hanya mempertimbangkan risiko di bawah permukaan (underground risk), tetapi juga berbagai faktor di atas permukaan (above ground risk).
Baca Juga: Bukan Sekedar Komoditas Mentah, Kelapa Indonesia Didorong Hilirisasi
“Dari sisi underground risk, kita termasuk tiga atau empat besar di Asia Pasifik. Sementara dari sisi above ground risk, faktor yang diperhatikan antara lain kepastian politik, visi dan arah ekonomi, regulasi dan kebijakan, birokrasi perizinan, kejelasan market, serta infrastruktur pendukung,” kata Pri Agung dalam keterangannya, Jumat (18/9/2026).
Dia menambahkan, kecepatan pemerintah dan pelaku industri dalam mengeksekusi proyek juga menjadi pertimbangan investor. Jarak waktu yang terlalu panjang antara penemuan cadangan (discovery) dan produksi (onstream) dapat memengaruhi keekonomian proyek.
“Semakin lama discovery ke onstream tentu memberikan sinyal yang tidak positif dan menurunkan nilai keekonomian proyek investor,” ujar Pri Agung.
Di sisi lain, persaingan untuk mendapatkan modal global semakin ketat. Proyek migas di Indonesia harus bersaing dengan proyek di berbagai negara dalam memperebutkan alokasi investasi perusahaan migas global.
Pri Agung menyebut sejumlah perusahaan migas internasional masih melihat Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi, di antaranya Eni, Petronas dan Mubadala. Menurut dia, minat tersebut perlu diikuti dengan realisasi investasi dan percepatan proyek di lapangan.
“Keberhasilan kebijakan investasi juga tidak cukup diukur dari kenaikan nilai investasi, tetapi perlu tercermin pada indikator yang lebih konkret, terutama peningkatan cadangan dan produksi,” katanya.
Sejumlah proyek strategis seperti Abadi Masela dan North Hub/Geng North–Gehem, aktivitas eksplorasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), serta peluang pengembangan wilayah kerja (WK) migas baru menjadi bagian dari upaya meningkatkan produksi migas nasional.
Kathy Wu, bp Regional President Asia Pacific, sebelumnya mengatakan persaingan mendapatkan alokasi modal di tingkat global semakin ketat. Karena itu, kemitraan antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi salah satu faktor dalam membangun kepercayaan investor.
“Proyek di Indonesia harus benar-benar kompetitif, baik dari sisi tingkat pengembalian investasi, risiko, kepastian pelaksanaan, hingga kepastian bahwa hasil yang dihitung di atas kertas benar-benar dapat terealisasi,” jelas Kathy.
Hal senada disampaikan Wade Floyd, Presiden ExxonMobil Indonesia. Menurut dia, perjalanan ExxonMobil selama 128 tahun di Indonesia dibangun melalui kemitraan dan kolaborasi, termasuk dalam pengelolaan Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu.
“Sejarah panjang kami dibangun atas dasar kemitraan dan kolaborasi. Menurut saya, itulah salah satu alasan keberhasilan Indonesia saat ini,” kata Wade.
Penguatan kolaborasi antara pemerintah, industri, investor dan pemangku kepentingan menjadi salah satu fokus FOREK Hulu Migas 2026. Forum tersebut akan membahas tantangan dan peluang investasi, penguatan kebijakan serta ekosistem investasi, hingga rekomendasi untuk meningkatkan daya saing sektor hulu migas Indonesia.
Daya saing investasi mencakup sejumlah aspek, mulai dari kebijakan fiskal, skema kontrak, proses bisnis, teknologi, infrastruktur, kepastian pasar hingga kecepatan pengambilan keputusan. Insentif juga diharapkan dapat meningkatkan keekonomian proyek dan pada akhirnya tercermin dalam tambahan investasi, cadangan, produksi, lifting serta penerimaan negara.
Baca Juga: Paramount Land Hidupkan Ekosistem Bisnis Kawasan Paramount Petals
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














