kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Defontein, apartemen konsep klasik kolonial di kawasan Menteng


Kamis, 10 Oktober 2019 / 10:38 WIB

Defontein, apartemen konsep klasik kolonial di kawasan Menteng
ILUSTRASI. Defontein merupakan apartemen satu menara di Kawasan Menteng Jakarta yang dikembangkan oleh Bangun Inti Artha yakni konsorsium antara Pikko Group dengan Wijaya Wisesa Realty.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Desain klasik kolonial dalam hunian semakin diminati, termasuk dalam apartemen. Desain seperti ini membawa kesan mewah dan elegan seperti gaya arsitektur yang banyak dijumpai di benua Eropa.

Salah pengembangan properti yang menggunakan konsep klasik kolonial adalah Apartemen Defontein. Meskipun klasik namun tetap menggunakan  sentuhan modern kontemporer dalam unit.

Defontein merupakan apartemen satu menara di Kawasan Menteng Jakarta yang dikembangkan oleh Bangun Inti Artha yakni konsorsium antara Pikko Group dengan Wijaya Wisesa Realty.

Baca Juga: Hingga Mei, Pikko Land Development (RODA) catat marketing sales Rp 200 miliar

Konsep tersebut disesuaikan Defontein  dengan identitas budaya dan sejarah kawasan Menteng pada sebuah bangunan cagar budaya (heritage) zaman kolonial. Desain kolonial dengan nuasa mewah dan ekslusif apartemen berkapasitas 110 unit ini dirancang oleh SHS & Associate.

Sammy Hendramianto Syamsulhadi, Chairman SHS & Associate, pakar desain interior nasional yang banyak menghasilkan karya masterpiece mengatakan konsep dasar pemugaran heritage Defontein adalah revitalisasi adaptasi untuk mengembalikan ke bentuk asli bangunan dengan menyesuaikan fungsi ruangan sebagai show unit Apartemen Defontein.

“Konsep desain yang dikembangkan untuk Apartemen Defontein adalah konsep kolonial klasik dengan kreasi artistik yang elegan” ucap Sammy dalama keterangan resminya dikutip, Kamis (10/10).

Dalam menata desain interior apartemen mewah ini, Sammy membaginya dalam dua konsep. Pertama untuk tiga kamar (3 BR) dengan konsep modern klasik yang ditunjukkan melalui dominasi warna putih yang menjadi identitas konsep klasik kolonial. Kemudian, diperkaya dengan rancangan profilan yang khas pada dinding dan tiangnya.

Baca Juga: Saham meroket, Pikko Land (RODA) akui kinerjanya masih biasa-biasa saja

Sammy bilang, desain interior klasik kolonial identik dengan nuansa dekoratif dengan ornamen-ornamen historis. Gaya ini memiliki kesan menarik dengan tampilan megah dan elegan.

Sedangkan tipe dua kamar menggunakan konsep modern kontemporer di mana sentuhan profilan di dinding dan dominasi unsur warna putihnya dikurangi, memberikan statement tersendiri bagi pribadi yang tinggal di dalamnya.

Persamaan desain kedua tipe apartemen ini terletak pada penekanan bahwa the windows is the king. Pintu jendela menjadi media untuk melihat keluar atau pintu untuk menghubungkan dari satu ruang ke ruang yang lain dibangun lebih lebar dan lebih tinggi.

“Konsep inilah yang berlaku pada desain kolonial dan unit Defontein, nantinya. Jendela dan pintunya lebar-lebar dan tinggi menimbulkan kesan lega dan elegan” ujar alumni ITB ini.

Baca Juga: Pikko Land gelar topping off Thamrin District

Bagian dari konsep klasik kolonial terletak pada penggunaan marmer putih Carrara untuk lantai dan beberapa bagian dari dinding serta ruang lain dalam bangunan. Marmer Carrara adalah batu alam Italia yang memiliki kepadatan tinggi dan dapat memantulkan cahaya, berkilau.

"Kesan hidup yang mampu dihasilkan marmer white carrara ketika dipasang jadi lantai hunian menjadikannya berkelas, mewah dan memberi rasa nyaman serta prestige tinggi bagi pemiliknya” tambah Sammy.

Penggunaan furnitur dari material kayu dengan desain simetris simple mampu menghadirkan kesan ruangan yang elegan. Pemakaian lampu gantung kristal tepat di beranda hunian heritage Defontein kian menambahkan tampilan ruang yang mewah.

Sammy biasa menempatkan lampu gantung di ruang tamu rumah-rumah mewah dan supermewah yang banyak dirancangnya.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Editor: Yudho Winarto

Video Pilihan

Terpopuler

Close [X]
×