kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Demi kebutuhan domestik, SKK Migas tak perpanjang kontrak ekspor LNG


Minggu, 18 Maret 2018 / 18:56 WIB
ILUSTRASI. Tangguh LNG di Teluk Bintuni, Papua Barat


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski Wood Mackenzie menyebut Indonesia masih akan surplus LNG hingga 2024 lantaran permintaan LNG dari domestik yang belum menunjukan peningkatan yang signifikan, tapi pemerintah justru melakukan pembatasan ekspor LNG. 

Sekretaris SKK Migas Arief S. Handoko mengatakan, beberapa kontrak ekspor LNG dalam jangka panjang tidak diperpanjang demi menenuhi kebutuhan domestik.

"Sekarang harus bantu program pemerintah untuk kebutuhan LNG domestik jadi kami support itu, makanya ada sebagian kontrak ekspor tidak diperpanjang,"jelas Arief, Jumat (16/3).

Arief cukup yakin pada tahun ini akan ada peningkatan kebutuhan LNG untuk pembangkit listrik. Ada juga peningkatan permintaan dari industri pupuk.

Tidak heran jika saat ini masih terjadi surplus LNG. Namun jika nantinya permintaan PLN dan industri meningkat maka tidak ada lagi surplus LNG.

"Iya kemungkinan surplus karena tadi, kami dukung kebijakan pemerintah untuk kebutuhan LNG domestik. PLN tinggal jalan saja nanti, habis," kata Arief.

Kalau pun masih ada surplus LNG, Arief menyebut pemerintah hanya akan tinggal menjualnya ke pasar spot. Sayangnya Arief enggan menyebut besaran kargo LNG yang akan dijual di pasar spot pada tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×