Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dewan Energi Nasional (DEN) mendorong peningkatan cadangan operasional badan usaha PT Pertamina (Persero) sebagai langkah mitigasi gangguan layanan bahan bakar minyak (BBM) yang berulang hingga menyebabkan antrean panjang di sejumlah wilayah.
Anggota DEN dari Unsur Pemangku Kepentingan, Saleh Abdurrahman mengatakan untuk mencegah gangguan distribusi BBM yang berulang, diperlukan antisipasi yang lebih matang terhadap risiko-risiko yang akan muncul, baik pada musim panas maupun musim hujan.
"Gangguan distribusi laut, sungai, hingga darat akan terus muncul ke depan, sebagai bagian dari meningkatnya risiko iklim," katanya kepada Kontan, Minggu (18/10/2026) lalu.
Baca Juga: Gaikindo Optimistis Target Penjualan Mobil 850.000 Unit pada 2026 Bisa Tercapai
Menurut Saleh, satu mitigasi yg perlu dipertimbangkan adalah meningkatkan cadangan operasional badan usaha pada daerah-daerah dengan kerentanan distribusi BBM.
Pilihan lain yang bisa dilakukan, lanjutnya, ialah pemanfaatan bersama fasilitas infrastruktur badan usaha maupun industri-industri dengan penggunaan BBM berskala besar, guna meningkatkan cadangan operasional di suatu wilayah.
"Ini perlu dipertimbangkan untuk lebih menjamin kelancaran pasokan BBM di berbagai daerah," imbuh Saleh.
Lebih lanjut, ia juga menekankan optimalisasi aksesibilitas transportasi melalui pengembangan transportasi publik di daerah-daerah untuk mengurangi kebutuhan BBM masyarakat.
"Yang juga sangat penting adalah pengembangan transportasi publik yang aman, nyaman, mudah diakses secara masif di berbagai daerah sehingga bisa menekan kebutuhan BBM," tegas Saleh.
Sebelumnya, kelangkaan BBM yang menyebabkan antrean mengular di SPBU-SPBU berbagai wilayah salah satunya terjadi di Provinsi Bali sejak pekan lalu, Senin (12/10/2026).
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku telah memerintahkan PT Pertamina untuk meningkatkan Hari Operasi (HOP) pasokan di Bali guna mencegah berulangnya kelangkaan BBM ke depan.
"Nah, dalam rangka untuk mempercepat proses ini, sekarang saya meminta kepada Pertamina untuk menaikkan status yang tadinya 11 hari menjadi 15 hari," kata Bahlil dalam keterangan resmi, Senin (19/10/2026) lalu.
Baca Juga: Imbas El Nino, POPSI Proyeksikan Produksi TBS Berpotensi Turun hingga 20% pada 2027
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














