kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Dharma Jaya: Penjualan daging sapi diproyeksikan meningkat 29,6% akhir tahun ini


Kamis, 04 Oktober 2018 / 15:53 WIB

 Dharma Jaya: Penjualan daging sapi diproyeksikan meningkat 29,6% akhir tahun ini
ILUSTRASI. Harga daging sapi


Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PD Dharma Jaya menyebutkan, hingga akhir tahun ini penjualan daging sapi diperkirakan akan meningkat 29,6% dibandingkan tahun 2017.

Target penjualan tahun ini sebesar Rp 446 miliar. Pada 2017, target penjualan PD Dharma Jaya hanya Rp 240 miliar dan hasil penjualan melebihi target yaitu mencapai Rp 247 miliar.


“Tahun ini ada kenaikan dibanding tahun lalu. Dari rencana kerjanya memang belum tercapai. Kalau proyeksi pencapaian di 88% dari target tahun ini,” kata Direktur Utama PD Dharma Jaya Johan Romadhon saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (4/10).

Pada tahun 2017, penjualan daging sapi sekitar 250 ton hingga 270 ton atau naik 20% setiap bulannya. Target penjualan daging sapi pada tahun 2018 adalah 400 ton setiap bulannya seperti target awal dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.

“Kalau volume rata-rata per bulan ada kenaikan 20% (2017), kalau secara volume sekitar di antara 250 ton – 270 ton. Kalau kita sih targetnya (2018) 400 ton per bulan, tapi angka 400 ton itu belum kejadian sampai dengan bulan September,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa sejak Juli 2018 penjualan daging sapi cukup tinggi, sayangnya di bulan Agustus kembali melemah, namun di bulan September, trennya semakin membaik. Diprediksi peningkatan ini akan terus terjadi hingga akhir tahun.

“Kalau secara grafik itu antara Agustus hingga September sudah mulai pulih ya. Kalau dari Juli penjualan daging 350 ton, di Agustus turun 220 ton, tapi di September saya lihat angkanya di 280 ton. Kalau tren ke depan saya lihatnya naik lagi,” ujarnya.

Awal Oktober ini, Johan menyebut masih belum ada lonjakan penjualan daging sapi. Hingga hari ini penjualan masih berada di kisaran 15 ton per hari. Ia menambahkan bahwa di minggu kedua biasanya lonjakan akan mencapai 20 sampai 25 ton per hari.


Reporter: Kiki Safitri
Editor: Yudho Winarto

Video Pilihan


Close [X]
×