kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.001,74   -2,58   -0.26%
  • EMAS981.000 0,10%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Dharma Polimetal (DRMA) Tidak Berinvestasi Besar pada Pengembangan Kendaraan Listrik


Jumat, 25 November 2022 / 19:28 WIB
Dharma Polimetal (DRMA) Tidak Berinvestasi Besar pada Pengembangan Kendaraan Listrik
ILUSTRASI. Dharma Polimetal (DRMA) tidak berinvestasi besar pada rencana pengembangan kendaraan listrik. (KONTAN/Baihaki)  

Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) tidak akan menaruh investasi besar pada rencana pengembangan komponen kendaraan listrik atau electrical vehicle (EV).

Presiden Direktur Dharma Polimetal Irianto Santoso mengemukakan penyebabnya adalah karena Perseroan telah memiliki infrastruktur yang diperlukan.

"Kami tidak terlalu banyak berinvestasi pada pengembangan charging station misalnya. Kami sudah memiliki alat - alatnya, seperti lasser cutting dan drfiting, semua sudah ada di pabrik kami. Jadi kami tidak perlu berinvestasi besar," paparnya pada public expose yang berlangsung online, Jumat (25/11).

Sayangnya Irianto enggan menjabarkan angka investasi yang disebutnya tidak besar tersebut. Lebih jauh, dirinya menjelaskan saat ini pihaknya tengah menyiapkan beberapa komponen penunjang kendaraan listrik.

Baca Juga: Dharma Polimetal (DRMA) Targetkan Penjualan Naik 20% di Tahun 2023

Secara teknis, Irianto menguraikan pihaknya akan membuat charging station berjenis lambat (slow charging) dan cepat (fast charging), baik ukuran besar dan kecil. Dia memastikan semua komponen dan produk dikerjakan secara lokal.

Ia juga mengalokasikan investasi untuk menambah kapasitas plastic injection yang diperlukan dalam produksi kendaraan listrik. Kapasitas ini ditambah menjadi 1.200 ton - 1.500 ton dari yang berkapasitas 800 ton.

Emiten produsen komponen kendaraan ini juga berupaya memproduksi baterai kendaraan listrik yang lebih ringan. Irianto mengatakan hal ini bisa dilakukan dengan penggunaan baja yang lebih ringan dan tipis namun memiliki tarikan besar dan tinggi.

"Kami perlu menciptakan body kendaraan EV yang lebih ringan sebagai kompensasi beratnya baterai. Berbeda dengan kendaraan biasa yang memakai internal combustion engine (ICE), berat baterai hanya 170 kg untuk 1.500cc, sedangkan mobil listrik bisa mencapai 500 kg," jelasnya.

 

 

Dengan rencana strategis mengisi pasar kendaraan listrik ini, DRMA optimistis bisa mendulang pertumbuhan pendapatan 20% dan laba bersih 50% tahun 2022.

Untuk tahun 2022 sendiri, Dharma Polimetal percaya diri pihaknya sudah bisa melampaui target pertumbuhan pendapatan double digit.

Di kuartal IV 2022, penjualan kita melebihi ekspetasi dari yang awalnya Januari sampai September di bawah ekspetasi. Namun kuartal IV bisa melampaui dan kami yakin 2023 bisa lebih baik lagi," ujarnya.

Selanjutnya: Pemesanan Innova Zenix Hybrid Tembus 1.200 Unit, Auto2000 Jakarta: Inden 6 Bulan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×