kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45898,52   -28,21   -3.04%
  • EMAS1.327.000 1,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Diam-diam, Sukhoi dapat izin terbang di Indonesia


Selasa, 27 November 2012 / 13:20 WIB
Diam-diam, Sukhoi dapat izin terbang di Indonesia
ILUSTRASI. Sebuah truk melintas di depan peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara,


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Diam- diam, otoritas penerbangan Indonesia telah melakukan validasi sertifikat layak terbang kepada pesawat Sukhoi Superjet100 (SSJ 100) yang pernah jatuh di Gunung Salak, Bogor, Mei lalu. Dengan mengantongi validasi terbang itu, maka pesawat sejenis yang pernah menewaskan 45 orang ini bisa digunakan oleh maskapai Indonesia.

Pernyataan resmi Sukhoi menyebutkan, Sukhoi Superjet100 mendapat validasi layak terbang atau Type Certificate dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, pada pekan lalu.

"Proses validasi telah selesai melalui kerja yang panjang dan hati-hati, sehingga kami mendapatkan Type Certificate untuk SSJ100 oleh Otoritas Indonesia. Hal ini akan memungkinkan kami memberikan pesawat ke pelanggan pertama di pasar Asia Tenggara, yaitu maskapai Sky Aviation Indonesia ", kata Igor Vinogradov, SCAC First Vice-President for Development and Certification, seperti yang dikutip KONTAN dari situsnya, Selasa (27/11).

Dengan adanya validasi ini, maka Sukhoi Superjet100 bebas melenggang terbang oleh perusahaan maskapai di Indonesia. Menurut perusahaan, Sukhoi sudah mengajukan validasi kelayakan terbang tersebut sejak Februari 2012.

Keluarnya validasi kelayakan terbang atau Type Certificate tersebut diakui oleh Bambang S Ervan, juru bicara kementerian Perhubungan. Bambang bilang, validasi sertifikat layak terbang atau Type Certificate itu sudah dikeluarkan pada pekan lalu.

“Kalau tidak kita keluarkan, maka kredibilitas Indonesia bisa dipertanyakan. Sebab, Sukhoi Superjet100 sudah mendapat sertifikat kelayakan terbang dari Uni Eropa,” kata Bambang ketika dihubungi KONTAN  hari ini.

Kecelakaan Sukhoi di Gunung Salak masih Misteri

Perlu diketahui, bulan Mei lalu, Sukhoi Superjet100 jatuh menabrak pegunungan di kawasan Gunung Salak Bogor dengan jumlah korban tewas 45 orang. Hingga kini, penyebab jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet100 itu juga belum diumumkan publik.

Namun begitu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengaku, sudah memiliki draft final hasil investigasi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet100. Laporan itu sudah diserahkan kepada Menteri Perhubungan.

Tatang Kurniadi, Ketua KNKT menegaskan, draft final hasil penyelidikan jatuhnya Sukhoi Superjet100 itu diserahkan ke Menteri Perhubungan untuk mendapatkan tanggapan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
EVolution Seminar Practical Business Acumen

[X]
×