Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia Bersatu (SPPI Bersatu) DPC PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM/JAI) menyambut perubahan jajaran direksi perusahaan dan mendorong agar kepemimpinan baru dapat memperkuat produktivitas, efisiensi, kualitas pelayanan, serta daya saing perusahaan.
Ketua DPC SPPI Bersatu Jasa Armada Indonesia , Agung Subali, mengatakan perubahan kepemimpinan di IPCM merupakan bagian dari kesinambungan perusahaan sekaligus momentum untuk memperkuat kinerja di tengah penguatan bisnis maritim Pelindo Group.
Agung juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran direksi sebelumnya, khususnya Shanti Puruhita yang menjabat sebagai Direktur Utama serta Arief Hermawan sebagai Direktur Armada dan Operasi.
“Setiap kepemimpinan meninggalkan fondasi bagi kepemimpinan berikutnya. Kami menyampaikan apresiasi kepada Ibu Shanti Puruhita dan Bapak Arief Hermawan atas dedikasi, kerja, dan kontribusinya bagi JAI. Fondasi yang telah dibangun menjadi modal penting bagi perusahaan untuk melangkah lebih jauh,” ujar Agung, dalam keterangannya, Sabtu (3/10).
Di sisi lain, SPPI Bersatu menyambut Dwi Rahmad Toto sebagai Direktur Utama JAI dan I Wayan Wirawan sebagai Direktur Armada dan Operasi.
Menurut Agung, jajaran direksi baru diharapkan dapat melanjutkan dan memperkuat kesinambungan bisnis, keselamatan dan keandalan operasi, produktivitas armada, kualitas pelayanan, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia.
Tantangan JAI ke depan bukan hanya memperbesar skala bisnis, tetapi juga memastikan pertumbuhan perusahaan menghasilkan kinerja yang lebih produktif, efisien, kompetitif, dan bernilai bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Tantangannya adalah menjadi lebih produktif, lebih efisien, lebih kompetitif, dan semakin bernilai. Setiap armada, pasar, dan kompetensi perlu diarahkan untuk memberikan kontribusi optimal bagi pertumbuhan perusahaan yang sehat dan berkelanjutan,” tegasnya.
SPPI Bersatu melihat penguatan bisnis maritim di lingkungan Pelindo Group sebagai peluang bagi JAI untuk memperkokoh layanan inti, meningkatkan produktivitas aset, mengembangkan pasar secara selektif, serta membangun kapabilitas yang sesuai dengan kebutuhan industri maritim ke depan.
Dalam upaya tersebut, Agung menilai penguatan aset perlu berjalan beriringan dengan pengembangan sumber daya manusia. Menurutnya, produktivitas armada, keselamatan operasi, efisiensi, kualitas pelayanan hingga pemanfaatan teknologi sangat bergantung pada kompetensi dan kesiapan pekerja.
“Hasil perubahan tidak berhenti di ruang rapat. Ia harus terlihat di kapal, di dermaga, dalam pelayanan kepada pelanggan, dan dalam cara operasi dijalankan setiap hari. Karena itu, produktivitas aset dan produktivitas manusia harus tumbuh dalam satu arah,” kata Agung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














