kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

DKI Jakarta akan kuasai 30% peredaran sapi


Jumat, 13 November 2015 / 19:28 WIB
DKI Jakarta akan kuasai 30% peredaran sapi


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Harga daging sapi yang bertahan tinggi dalam beberapa bulan terakhir membuat pemerintah turun tangan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menguasai 30% peredaran daging sapi di ibu kota.

Hal itu dilakukan pasca adanya penandatanganan nota kesepahaman antara lima provinsi penghasil sapi dengan DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyambut baik kesediaan lima provinsi produsen sapi memenuhi kebutuhan DKI.

Ia bilang, pemerintah DKI akan menyerap 30% dari total kebutuhan DKI setiap bulan, sementara sisanya diserahkan ke swasta. "Kalau kami sudah kuasai pasar sebesar 30%, harga sudah tidak bisa dipermainkan lagi," ujar Ahok di Gedung Kemtan, Jumat (13/11).

Ia mengatakan, dengan terlibatnya pemerintah DKI Jakarta membeli langsung sapi dari daerah lain, maka pemerintah DKI bisa memahami dan belajar kesulitan dari pengimpor sapi secara baik.

Menurut Ahok, pemda DKI tidak mempermasalahkan pedagang swasta mengambil untung asal masih wajar dan tidak berlebihan. Kerjasama ini akan segera dilakukan pasca penandatanganan kerjasama tersebut.

Kelima provinsi yang akan memasok sapi ke DKI adalah Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan (Sulsel), Lampung, dan Jawa Timur.

Daerah pemasok sapi akan memanfaatkan kapal ternak yang sudah difasilitasi pemerintah pusat. Konsep tol laut akan dijadikan andalan dalam memasok sapi-sapi dari daerah ke ibu kota.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×