kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.930   30,00   0,17%
  • IDX 6.316   -24,47   -0,39%
  • KOMPAS100 834   -5,35   -0,64%
  • LQ45 631   -5,49   -0,86%
  • ISSI 217   -0,78   -0,36%
  • IDX30 356   -2,80   -0,78%
  • IDXHIDIV20 440   -3,20   -0,72%
  • IDX80 95   -0,75   -0,78%
  • IDXV30 118   -0,48   -0,40%
  • IDXQ30 114   -0,98   -0,85%

DKI kembali PSBB total, Gaikindo: Kami akan ikut aturan


Kamis, 10 September 2020 / 16:27 WIB
ILUSTRASI. Penjualan mobil turun


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan siap mengikuti aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total di DKI Jakarta. 

“Kami akan ikut aturan PSBB penuh dan berharap agar Covid-19 dapat segera berlalu,” kata Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto saat dihubungi oleh Kontan.co.id, Kamis (10/9).

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk kembali memperketat PSBB di wilayah DKI untuk menekan jumlah kasus Covid-19 yang terus meningkat.

Dengan adanya kebijakan tersebut, maka hanya akan ada 11 bidang usaha vital seperti kesehatan, bahan pangan, energi, kebutuhan logistik, pemenuhan kebutuhan sehari-hari, dan lain-lain yang diperbolehkan tetap berjalan dengan kapasitas minimal. 

Baca Juga: Jakarta kembali perketat PSBB, begini dampaknya bagi industri asuransi umum

Sementara itu, seluruh tempat kegiatan usaha non esensial harus ditutup dan melaksanakan mekanisme WFH secara penuh.

Jongkie mengaku, belum bisa memprediksi seberapa besar dampak penerapan PSBB total yang mungkin timbul bagi industri otomotif.  Yang terang, ia tidak memungkiri, penerapan kebijakan PSBB total di DKI memang berpotensi memberi dampak bagi industri dan penjualan otomotif, baik untuk penjualan dari pabrikan ke diler (wholesales) maupun penjualan dari diler ke pelanggan (ritel). 

Maklum, jumlah diler di DKI memang cukup banyak. Dengan kondisi itu, porsi kontribusi penjualan ritel mobil di DKI Jakarta bisa mencapai kurang lebih 30%-40% dari total penjualan nasional.




TERBARU

[X]
×