kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Dollar perkasa, susu Fonterra tahan harga


Rabu, 09 September 2015 / 10:55 WIB
Dollar perkasa, susu Fonterra tahan harga


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Hendra Gunawan

BEKASI. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) memang menambah biaya produksi susu milik produsen susu PT Fonterra Indonesia. Meski begitu, produsen susu asal Selandia Baru ini memastikan tidak akan menaikkan harga jual susu dalam waktu dekat.

Ali Nasution, Site Manager PT Fonterra Brands Indonesia menyebutkan, gejolak kurs rupiah memang menambah beban produksi. Tapi manajemen Fonterra masih bisa mengatasi hal ini. "Kenaikan (biaya produksi) tak terlalu besar karena harga susu dunia yang kami impor sedang turun saat ini," terang Ali di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (8/9).

Alhasil, kenaikan biaya produksi akibat pelemahan rupiah ini tertutup oleh penurunan harga susu. Atas pertimbangan ini pula, Fonterra memutuskan mempertahankan harga jual susu. "Untuk penentuan harga jual ini melibatkan banyak faktor. Impor bahan baku hanya salah satunya, faktor lainnya berasal dari biaya logistik, biaya distribusi dan lain-lain," tambah Johan Priem, Managing Director Asia, Middle East, Africa Fonterra Fonterra Co-operative Group Limited.

Selain tertekan gejolak kurs rupiah terhadap dollar, saat ini produsen makanan dan minuman di Indonesia menghadapi lesunya daya beli masyarakat. Sayang, manajemen Fonterra enggan menceritakan kinerja penjualan perusahaan ini di Indonesia. Johan hanya menyebut potensi pertumbuhan penjualan susu di Indonesia terbuka lebar.

Sekadar gambaran, tahun lalu, pasar susu Indonesia mencapai US$ 4 miliar per tahun. Fonterra mengklaim telah mengempit 4,5% dari total pangsa pasar tersebut.

Produk susu kalsium tinggi milik Fonterra Anlene diklaim menguasai pangsa pasar 58%, dan produk susu anak Fontera bermerek  Boneeto diklaim menguasai pangsa pasar 12%.

Fonterra memasarkan susu merek Anlene, Anmum dan dan Boneeto di Indonesia.

Resmikan pabrik baru

Fontera telah menjajakan produk di Indonesia sejak 1996. Mereka mengklaim telah mengalami pertumbuhan bisnis yang pesat hingga memutuskan membangun pabrik sendiri di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Pabrik ini dibangun sejak Maret 2014 dengan nilai investasi NZ$ 36 juta memiliki kapasitas sebanyak 12.000 ton. Di lahan seluas 6.500 meter, pabrik perdana Fonterra ini ditargetkan mampu memproduksi 87.000 kemasan susu setiap harinya.

Dengan pabrik baru, Manajemen Fonterra optimistis bisa memperbesar pasar susunya di Indonesia. “Kami berencana secara bertahap meningkatkan kapasitas produksi pabrik kami," jelas Ali usai acara peresmian pabrik.

Paula Bennet, Menteri Komisi Pelayanan Negara, Selandia Baru juga optimistis, ekspansi Fonterra di Indonesia bisa membantu peningkatan perdagangan antara Selandia Baru dengan Indonesia. "Kami menargetkan, perdagangan kami bisa mencapai NZ$ 4 miliar 2024," kata Bennet.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×