kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.889   19,00   0,11%
  • IDX 8.933   48,14   0,54%
  • KOMPAS100 1.237   10,64   0,87%
  • LQ45 874   7,62   0,88%
  • ISSI 327   2,50   0,77%
  • IDX30 445   3,86   0,88%
  • IDXHIDIV20 526   5,45   1,05%
  • IDX80 138   1,22   0,90%
  • IDXV30 147   2,70   1,87%
  • IDXQ30 143   1,17   0,82%

Dolly ditutup, tak pengaruhi penjualan kondom RNI


Rabu, 18 Juni 2014 / 20:13 WIB
Dolly ditutup, tak pengaruhi penjualan kondom RNI
ILUSTRASI. Daun alpukat bermanfaat menurunkan asam urat tinggi.


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) selaku induk usaha PT Mitra Rajawali Banjaran produsen kondom merek Meong dan Artika mengaku tak khawatir dengan penutupan lokalisasi Dolly di Surabaya.

Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro mengungkapkan penutupan Dolly tak akan banyak berpengaruh terhadap sales kondom perseroan, karena pangsa pasar di Surabaya tak terlalu besar.

"Yang paling besar adalah penjualan di wilayah Bali, Manado, Papua, Jawa Barat dan Batam. UNtuk wilayah Surabaya tidak terlalu besar," ujarnya Rabu (18/6).

Menurutnya, yang kemungkinan bakal terpukul adalah produsen kondom lain yang memiliki market share besar di wilayah Jawa Timur. "Kompetitor kami yang pastinya terpukul dengan penutupan Dolly," lanjutnya.

Selain dijual dengan merek Artika, RNI juga menyuplai kebutuhan kondom untuk pemerintah terkait program Keluarga Berencana. Perseroan juga mengekspor produknya ke Timur Tengah dan Afrika. (Bambang Priyo Jatmiko)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×