kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.888   -2,00   -0,01%
  • IDX 6.296   -5,72   -0,09%
  • KOMPAS100 823   -0,41   -0,05%
  • LQ45 627   -0,41   -0,07%
  • ISSI 217   0,09   0,04%
  • IDX30 351   -0,11   -0,03%
  • IDXHIDIV20 427   -0,36   -0,08%
  • IDX80 94   -0,05   -0,05%
  • IDXV30 117   -0,05   -0,04%
  • IDXQ30 111   -0,08   -0,07%

Dolly ditutup, tak pengaruhi penjualan kondom RNI


Rabu, 18 Juni 2014 / 20:13 WIB
ILUSTRASI. Daun alpukat bermanfaat menurunkan asam urat tinggi.


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) selaku induk usaha PT Mitra Rajawali Banjaran produsen kondom merek Meong dan Artika mengaku tak khawatir dengan penutupan lokalisasi Dolly di Surabaya.

Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro mengungkapkan penutupan Dolly tak akan banyak berpengaruh terhadap sales kondom perseroan, karena pangsa pasar di Surabaya tak terlalu besar.

"Yang paling besar adalah penjualan di wilayah Bali, Manado, Papua, Jawa Barat dan Batam. UNtuk wilayah Surabaya tidak terlalu besar," ujarnya Rabu (18/6).

Menurutnya, yang kemungkinan bakal terpukul adalah produsen kondom lain yang memiliki market share besar di wilayah Jawa Timur. "Kompetitor kami yang pastinya terpukul dengan penutupan Dolly," lanjutnya.

Selain dijual dengan merek Artika, RNI juga menyuplai kebutuhan kondom untuk pemerintah terkait program Keluarga Berencana. Perseroan juga mengekspor produknya ke Timur Tengah dan Afrika. (Bambang Priyo Jatmiko)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×