kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45729,74   -6,98   -0.95%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Dongkrak pendapatan, LRT Jakarta siapkan 51 titik ritel di seluruh stasiun


Jumat, 20 Desember 2019 / 19:21 WIB
Dongkrak pendapatan, LRT Jakarta siapkan 51 titik ritel di seluruh stasiun
ILUSTRASI. PT LRT Jakarta (LRTJ) siapkan 51 titik ritel dari seluruh stasiun. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - BOGOR. PT LRT Jakarta (LRTJ) siapkan 51 titik ritel dari seluruh stasiun. Titik ritel tersebut diharapkan mampu mendongkrak pendapatan dari lini non farebox.

Rudy Hartono, Direktur Keuangan dan Pengembangan LRTJ menyebutkan bahwa selain mengandalkan penjualan tiket pihaknya merancang pendapatan dari penyewaan ruang kosong di stasiunnya. Selain itu juga, menawarkan media periklanan dan layanan telekomunikasi.

Baca Juga: Pasca beroperasi komersial, jumlah penumpang LRT Jakarta berkurang dari saat uji coba

"Untuk ritel saat ini sudah masuk 21 vending machine," ujarnya di acara Media Gathering di Aston Sentul Lake, Bogor, Jumat (20/12).

Sayang, untuk penyewaan ruang dirinya enggan membeberkan harga sewanya. Yang jelas, LRTJ menawarkan titik ruang seluas 986,5 m2 dari 51 titik yang tersebar di 6 stasiunnya.

Diharapkan dengan begitu, masyarakat mampu menjadikan stasiun LRT Jakarta sebagai convenience store. "Karena arah kami ke sana," lanjutnya.

Baca Juga: Tol layang Cikampek tampak bergelombang, amankah?

Untuk bisnis ritelnya, ia bilang saat ini ada 35 investor yang telah terseleksi. Diharapkan awal 2020 bisa melakukan tender. Lanjutnya, tender diperlukan sebagai bentuk fairness. Kemudian, dari bisnis telekomunikasi ia memaparkan pihaknya berencana menggandeng operator telekomunikasi untuk penyediaan wifi.

Sekretaris Perusahaan LRTJ, Arnold Kindangen menambahkan dari rencana itu bisnis non farebox mampu berkontribusi 40% dari total pendapatan. "Jadi kami harapkan pendapatan 60% farebox dan 40% non farebox," tuturnya.

Sayang, pihaknya enggan memaparkan secara rinci target pendapatan tahun depan. Namun, dari bisnis farebox dengan mengacu pada target penumpang 7.000 per hari dengan harga tiket Rp 5.000 maka LRTJ berpotensi meraup pendapatan Rp 12,77 miliar dari penjualan tiket saja.




TERBARU

Close [X]
×