kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Tol layang Cikampek tampak bergelombang, amankah?


Selasa, 17 Desember 2019 / 10:26 WIB
Tol layang Cikampek tampak bergelombang, amankah?
ILUSTRASI. Foto udara Tol Layang (Elevated) Jakarta-Cikampek II yang dilewati sejumlah kendaraan di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (15/12/2019). Tol Layang yang memiliki panjang 36,4 km dari Cikunir-Karawang Timur itu mulai dioperasikan tanpa tarif pada hari Minggu (15/


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Foto kondisi Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek atau Tol Jakarta-Cikampek II Elevated makin ramai diperbincangkan publik dan menjadi viral dalam beberapa hari terakhir. Foto drone hasil karya pewarta foto Kantor Berita Antara, Risky Andrianto, tersebut menampilkan konstruksi jalan bebas hambatan yang bergelombang.

Terdapat perbedaan elevasi ekstrem di beberapa titik, sehingga menimbulkan dugaan akan faktor keselamatan dan keamanan ketika menggunakan jalan tol dengan struktur layang terpanjang di Indonesia.

Kepada Kompas.com, Senin (16/12/2019), Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Endra S Atmawidjaja menjelaskan, pembangunan tol sepanjang 36,4 kilometer ini termasuk proyek tol yang paling kompleks. Hal ini karena proyek tersebut, terletak di jalur paling vital nadi ekonomi Indonesia yang melayani kawasan permukiman dan industri yang padat.

Baca Juga: Mau melintas di Tol Layang Jakarta-Cikampek? Perhatikan hal ini

Menurut catatan Endra, proyek tol yang konsesinya dimiliki PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) ini dikerjakan dalam waktu 34 bulan dengan windows time yang sempit. "Selain itu, dilaksanakan bersamaan dengan pembangunan infrastruktur lain yaitu Kereta Ringan atau light rail transit (LRT) Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung," terang Endra.

Posisi struktur Tol Layang Jakarta-Cikampek ini didesain seoptimum mungkin, namun tetap memenuhi standar geometrik. Hal ini bertujuan agar dimensi pondasi dan pier atau tiang tidak terlalu besar, mengingat ruang yang tersedia di median jalan tol eksisting di bawahnya terbatas.

Ketinggian rata-rata jalan tol layang ini mencapai 7 sampai 8 meter dari elevasi Jalan Tol Jakarta-Cikampek eksisting, namun terdapat penyesuaian ketinggian di beberapa titik pada perlintasan dengan jalan lokal dan jalan tol eksisting.

Baca Juga: Tol Layang Jakarta-Cikampek diprediksi bisa mengurangi kepadatan 40%




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×