kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Dua Opsi untuk Proyek Inalum


Sabtu, 12 Juni 2010 / 08:00 WIB


Reporter: Herlina KD |

JAKARTA. Pemerintah akan secara serius membahas kelanjutan proyek kerjasama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) dengan Jepang.

Menteri Perindustrian MS Hidayat menuturkan, untuk proyek Inalum ada dua opsi yang akan diambil; yaitu mengambil seluruh saham (take over) dengan konsekuensi Indonesia harus membayar sejumlah nilai buku aktif, atau memiliki mayoritas saham.

"Kalau memiliki mayoritas saham, manajemennya harus membuat program yang lebih bagus sehingga ketika diambil alih manajemennya sudah pasti akan lebih maju," kata Hidayat.

Ia menambahkan, Indonesia juga harus memperhitungkan segala sesuatunya secara rasional. "Jangan emosi mau melakukan take over (pengambil alihan) tapi nyatanya kinerjanya malah turun," jelas Hidayat. Ia berharap, Oktober nanti sudah ada hasil perundingan ini secara konkrit.

Inalum adalah perusahaan patungan dengan Jepang dan pemerintah Indonesia. Inalum memproduksi 250.000 ton per tahun alumunium. Dari produksi ini sekitar 40% digunakan untuk kebutuhan dalam negeri, sementara 60%nya diekspor ke Jepang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×