Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) memperkuat ekspansi bisnis ke segmen offshore dengan mengakuisisi kapal melalui anak usahanya.
Pada kuartal I-2026, entitas anak ELPI, PT ELPI Trans Cargo (ETC), memenangkan lelang kapal Bourbon Evolution 805, yang merupakan kapal DP3 MPSV pertama di Indonesia. Nilai investasi dari kapal anyar tersebut mencapai sekitar US$ 50 juta, termasuk biaya mobilisasi ke Indonesia.
Wawan Heri Purnomo, Corporate Secretary ELPI, menyampaikan akuisisi kapal ini merupakan bagian dari rencana belanja modal atau capital expenditure (capex) ELPI senilai Rp 1 triliun. Sebelumnya, perusahaan ini sudah merealisasikan pengadaan dua kapal fast crewboat berukuran 34 meter dan 26 meter yang saat ini telah beroperasi (on hire) di Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
Baca Juga: Garuda Indonesia Siapkan 15 Pesawat untuk Haji 2026, Fokus Layanan Lansia
“Pencapaian ini menjadi langkah strategis bagi ELPI dalam memperkuat posisi di industri maritim nasional, khususnya pada segmen offshore yang memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan,” ujar Wawan, dalam keterangan resmi yang diterima Rabu (15/4/2026).
Wawan menambahkan, kemenangan lelang tersebut merupakan bagian dari strategi diversifikasi usaha ELPI ke segmen offshore, sekaligus memperluas kapabilitas layanan dalam mendukung industri energi.
Kapal ini memiliki berbagai fungsi operasional yang mendukung aktivitas offshore yang kompleks, antara lain sebagai diving support-capable, supply vessel, fire fighting ship, water spraying, oil recovery ship, special service, serta standby rescue vessel.
Dengan kapabilitas multifungsi tersebut, kapal ini tidak hanya meningkatkan fleksibilitas operasional, namun juga memberikan nilai tambah yang signifikan bagi perusahaan dalam menjawab kebutuhan proyek-proyek offshore yang semakin kompleks dan terintegrasi.
"Kehadiran kapal tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing ELPI dalam mengincar proyek-proyek strategis di sektor energi, baik domestik maupun regional, seiring meningkatnya aktivitas eksplorasi dan produksi migas," paparnya.
Sementara itu, Direktur Utama ETC, Rachmat Tri Jaya, mengungkap pihaknya melihat peluang besar dari pengoperasian kapal ini, khususnya dalam tender proyek offshore dengan spesifikasi tinggi.
Baca Juga: Harga Minyak Naik, Perusahaan Migas Justru Fokus Kejar Produksi Ketimbang Eksplorasi
Di sisi lain, status kapal sebagai DP3 MPSV berbendera Indonesia juga menjadi keunggulan kompetitif tersendiri di pasar.
Dengan spesifikasi tersebut, tingkat persaingan di pasar relatif lebih terbatas, sehingga memberikan peluang yang lebih besar bagi perusahaan ini untuk memenangkan proyek-proyek bernilai tinggi serta meningkatkan utilisasi armada secara optimal.
Sebagai tambahan informasi, saat ini, kapal masih dalam proses reflaging dari Prancis ke Indonesia sebagai bagian dari pemenuhan aspek regulasi operasional. Posisi kapal berada di Abidjan Pantai Gading dan tengah dalam proses mobilisasi menuju Indonesia.
Setibanya di Indonesia, kapal ditargetkan segera beroperasi untuk mendukung proyek offshore dan berkontribusi pada kinerja perusahaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













