kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.901.000   -7.000   -0,37%
  • USD/IDR 16.255   69,00   0,43%
  • IDX 6.901   35,74   0,52%
  • KOMPAS100 1.004   4,88   0,49%
  • LQ45 768   3,99   0,52%
  • ISSI 227   1,02   0,45%
  • IDX30 396   2,65   0,67%
  • IDXHIDIV20 457   1,32   0,29%
  • IDX80 113   0,52   0,46%
  • IDXV30 114   -0,13   -0,12%
  • IDXQ30 128   0,82   0,64%

Ekspor CBU Toyota Indonesia capai target


Selasa, 17 November 2015 / 13:20 WIB
Ekspor CBU Toyota Indonesia capai target


Sumber: Kompas.com | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Pasar otomotif domestik lagi bergejolak, tapi kinerja ekspor kendaraan merek Toyota dari Indonesia diprediksi mencapai target tahun ini, yaitu 175.000 unit.

Selama periode Januari–September 2015, pihak Toyota Motor Manufactur Indonesia (TMMIN) menjelaskan ekspor CBU (completely built up) telah mencapai 139.000 unit.

Pasar ekspor TMMIN meliputi 70 negara di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, Amerika Latin, Kepulauan Karibia, dan Afrika Selatan.

Negara yang paling banyak berkontribusi adalah Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang berada di Timur Tengah.

Produk CBU Toyota dari Indonesia yakni SUV Fortuner, MPV Kijang Innova, sedan Vios/Yaris, MPV Avanza, SUV Rush, mobil kota Agya, dan Town Ace/Lite Ace.

Tahun ini TMMIN menargetkan total ekspor CBU meningkat 10% di bandingkan tahun lalu.

Pasar baru

Direktur Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacture Indonesia I Made Dana Tangkas, Senin (16/11/2015), mengatakan, pasar baru jadi alternatif sekaligus antisipasi pelemahan pasar lain yang terganggu gejolak ekonomi dunia.

Untuk itu, kata Made, Toyota ingin melebarkan pasar ekspor. Dua wilayah yang dianggap potensial adalah Afrika Utara dan Oceania.

Afrika Utara dinilai sedang berkembang dan memiliki karakter seperti Timur Tengah. Produk yang dirasa cocok, Fortuner, Innova, dan Vios.

Sedangkan pasar Oceania yang dianggap berpeluang adalah Australia. Di negara benua ini yang menjadi favorit adalah yaitu mobil bermesin kapasitas besar dan pikap kabin ganda yang bisa disuplai dengan Fortuner dan Hilux.

Kendati tahun ini Toyota optimistis, namun situasi pada 2016 belum bisa terbaca. Karena itu, kata Made Dana, dia belum bisa menggambarkan target ekspor tahun depan.

“Belum tahu karena situasi ekonomi global kondisinya masih menurun. Tergantung situasi yang ada di Timur Tengah dan juga beberapa negara lain,” katanya.

Selain CBU, selama sembilan bulan 2015, TMMIN telah membukukan ekspor CKD (completely knock down) 34.000 unit, mesin bensin 34.000 unit, mesin ethanol 7.000 unit, dan komponen kendaraan 44 juta  unit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Owe-some! Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×