kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -12.000   -0,46%
  • USD/IDR 18.102   6,00   0,03%
  • IDX 6.094   -36,99   -0,60%
  • KOMPAS100 797   -2,22   -0,28%
  • LQ45 608   -0,51   -0,08%
  • ISSI 211   -1,24   -0,58%
  • IDX30 342   -0,06   -0,02%
  • IDXHIDIV20 424   0,56   0,13%
  • IDX80 91   -0,15   -0,16%
  • IDXV30 116   -0,12   -0,10%
  • IDXQ30 110   0,10   0,09%

Ekspor CPO sampai akhir tahun ini diprediksi capai 26 juta ton


Senin, 12 November 2018 / 10:25 WIB
ILUSTRASI. Kelapa sawit


Reporter: Kiki Safitri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekspor Crude Palm Oil (CPO) diprediksi naik 8% tahun 2018 ini mencapai 26 juta ton dibanding tahun lalu 23,9 juta ton. Menurut Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Derom Bangun peningkatan ini karena permintaan dari beberapa negara juga naik.

"Permintaan naik di negara-negara seperti Tiongkok, Pakistan, Bangladesh terus meningkat sejak 2017," kata Derom kepada Kontan.co.id, Minggu (11/11).

Namun demikian penurunan permintaan juga terjadi. Misalkan di India yang menerapkan bea masuk yang tinggi sehingga pasokan CPO mulai berkurang.

"Di India permintaan turun karena ada kenaikan tarif bea masuk, mungkin ekspor ke India tidak bertambah atau menurun sedikit. Kalau menurun sekitar 3% lah menurunnya," ujarnya.

Penggunaan minyak sawit dalam negeri saat ini juga sedang bergejolak. Bahkan penggunaan untuk industri berkisar 3,3 juta ton hingga 4 juta ton tahun ini.

" Pemakaian dalam negeri untuk industri minyak goreng, oil kimia, dan biodiesel. Itulah yang menyerap sebagian CPO itu," ungkapnya.

Data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menyebut bahwa ekspor minyak sawit Indonesia sepanjang tahun 2017 tercatat sebesar 31,05 juta ton, dengan nilai ekspor mencapai US$ 22,97 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×