Reporter: Tim KONTAN | Editor: Ridwal Prima Gozal
KONTAN.CO.ID - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendukung pekerja informal aktif di ekosistem digital seperti afiliasi (affiliate) di marketplace. Solusi ini menjadi bagian penting dari struktur ketenagakerjaan Indonesia yang berkontribusi dalam menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) melalui peluang kerja fleksibel.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menjelaskan, transformasi dunia kerja menuntut pemerintah untuk lebih adaptif dalam merespon perkembangan ekonomi digital yang terus tumbuh pesat. Apalagi ekonomi digital Indonesia telah mencapai lebih dari USD100 miliar atau sekitar Rp1.600 triliun dan diproyeksikan terus meningkat pada 2026.
“Ini bukan sekadar angka, tetapi peluang besar yang harus kita manfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Salah satu yang bisa dimanfaatkan adalah pekerjaan digital seperti affiliate, yang bersifat fleksibel dan bisa dilakukan hanya dengan perangkat yang sudah dimiliki
masyarakat, dan mengandalkan kreativitas. Ini adalah peluang yang harus kita respons secara adaptif,” katanya di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jawa Barat, Rabu (11/2/2026).
Menurut Yassierli, marketplace digital memainkan peran strategis dalam penciptaan lapangan kerja, termasuk affiliate marketing yang membuka peluang penghasilan tanpa modal hanya diperlukan disiplin, kreativitas, dan kemampuan memanfaatkan teknologi digital untuk memaksimalkan peluang pasar.
“Model pekerjaan berbasis digital seperti affiliate marketing menjadi salah satu bentuk pekerjaan baru yang relevan dengan perkembangan zaman. Selain fleksibel dan dapat dilakukan dari mana saja, pekerjaan ini juga membuka akses penghasilan bagi masyarakat yang sebelumnya belum terjangkau oleh skema kerja formal,” tambah Menaker.
Sebagai bagian untuk mendukung hal ini, Kemnaker dan Shopee Indonesia berkolaborasi guna mendorong perluasan peluang kerja di sektor ekonomi digital dalam program Training of Trainers (ToT) Shopee Affiliate. Program ini diikuti oleh 100 peserta yang merupakan instruktur dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) dan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kemnaker yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Para instruktur tersebut akan mengikuti pelatihan yang dibawakan oleh para trainer dari Akademi Pengajar Kampus UMKM Shopee yang telah tersertifikasi oleh BNSP dan dilengkapi dengan materi pembelajaran yang komprehensif. Melalui program ini, para peserta akan dibekali pengetahuan dan keterampilan seputar ekosistem affiliate marketing agar dapat mengimplementasikan pelatihan serupa di balai vokasi dan menjangkau peserta di daerah masing-masing.
Target 60.000 Affiliate yang Lahir dari Program ToT
Kemnaker menegaskan bahwa program ini tidak boleh berhenti pada pelatihan semata, tetapi harus menghasilkan dampak nyata dalam pengurangan pengangguran dan peningkatan produktivitas tenaga kerja. Yassierly menjelaskan, apabila 100 instruktur Kemnaker yang ikut pelatihan ini bergerak secara konsisten setidaknya bisa menjangkau 60.000 orang dalam setahun.
“Alhamdulillah kita berada di awal tahun, sekarang awal Februari, sehingga lebih mudah nanti kita akan monitor sampai akhir tahun. Yaitu ToT 100 dari masing-masing UPTP balik ke masing-masing UPTP berarti bulan depan, bulan Maret mulai pelatihan. Satu bulan dua kali dua batch pesertanya 30, berarti satu bulan 60. Sekitar 10 bulan 60 x 10, 600. 600 x 100 orang yang ada di sini, 60 ribu. Kita sudah sepakat dengan Shopee bahwa kita menargetkan akan bangun komunitas afiliator 60 ribu tahun ini, kita akan monitor setiap bulan," katanya.
Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira mengatakan program ToT Shopee tidak hanya berbagi pengetahuan dan praktik terbaik di ekosistem affiliate, tetapi juga mendukung peran balai vokasi sebagai pusat pengembangan talenta digital hingga ke daerah-daerah.
Semakin dinamisnya dunia kerja pun menuntut kreativitas. Radynal berharap, kehadiran program ToT Shopee Affiliate mampu menelurkan talenta yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif.
“Kolaborasi ini merupakan komitmen Shopee untuk mendukung pengembangan keterampilan digital di Indonesia, khususnya dalam menyiapkan talenta yang relevan dengan kebutuhan ekonomi digital saat ini. Melalui pelatihan Training of Trainers Shopee Affiliate, kami berharap para instruktur balai vokasi tidak hanya memahami praktik affiliate marketing secara
komprehensif, tetapi juga mampu menjadi ujung tombak dalam menyebarkan pengetahuan tersebut kepada masyarakat
Selanjutnya: Regulator China Perintahkan Produsen Rokok Elektrik Hentikan Pembangunan Pabrik Baru
Menarik Dibaca: 7 Film Romantis Wajib Tonton Jomblo, Dijamin Bikin Semangat Move On
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)