Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Herlina Kartika Dewi
AKARTA. Meski pasar ekspor belum bergairah, perusahaan kabel lokal, PT KMI Wire and Cable Tbk (KBLI), memproyeksikan kinerja ekspor kabelnya selama enam bulan pertama tahun ini bakal menembus angka Rp 61 miliar. Angka meningkat tumbuh 144% ketimbang periode yang sama tahun lalu. Kenaikan kinerja ini ditopang oleh ekspor kabel ke Vietnam.
Sekretaris Perusahaan PT KMI Wire and Cable, Asep Kusno, menuturkan, salah satu proyek ekspor kabel perusahaan yang cukup besar saat ini adalah ekspor ke Vietnam. "Selama semester I-2013, ekspor kabel ditopang pengiriman kabel ke Vietnam, sebagai kelanjutan dari proyek tahun lalu," ujarnya, kemarin.
Sebagai gambaran, selama enam bulan pertama tahun 2012, ekspor kabel perusahaan yang berkode emiten KBLI ini mencapai Rp 25 miliar. Sementara itu, hingga kuartal I lalu, ekspor kabel perusahaan sudah mencapai Rp 43 miliar, tumbuh 168,75% ketimbang kuartal I-2012 yang sebesar Rp 16 miliar. Karenanya, Asep optimistis, hingga semester I-2013, perusahaan itu mampu mencatatkan nilai ekspor kabel Rp 61 miliar di paruh pertama tahun ini.
Asep menuturkan, di Vietnam, perusahaan ini memasarkan produk kabel agitasi alias kabel transmisi ke perusahaan listrik milik pemerintah Vietnam. Asep mengakui, proyek ini membantu perusahaan untuk tetap bertahan di tengah ketatnya persaingan di pasar ekspor. Apalagi, akibat krisis ekonomi global, pasar ekspor kabel juga melandai.
Hingga akhir tahun ini, KMI Wire and Cable yakin ekspor perusahaan ini mampu menembus Rp 128 miliar. Angka ini tumbuh 17% ketimbang periode yang sama tahun 2012 yang sebesar Rp 109 miliar.
Selain ekspor ke beberapa negara di ASEAN, Asep menyatakan, KMI Wire and Cable juga memasarkan produk kabel ke beberapa negara lain, seperti Australia, Timur Tengah, dan Afrika. "Tahun ini, kami terus mencari kemitraan dan agen untuk memperluas pasar ekspor," ujar Asep.
Sektor swasta seperti pengembang perumahan masih menjadi kontributor utama penjualan kabel di pasar domestik, yakni sebesar Rp 966 miliar atau menggenggam porsi 71%. "Permintaan dari sektor swasta lebih konsisten karena setiap bulan ada. Namun, kalau dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), tergantung ada tidaknya proyek tender," ungkapnya.
Karena itu, sampai semester I-2013, KMI Wire and Cable optimistis mampu mencatatkan penjualan sebesar Rp 1,36 triliun. Angka penjualan tersebut naik 19% dari realisasi penjualan KBLI selama semester I-2012 yang tercatat sebesar Rp 1,15 triliun.
Sebelumnya, Direktur KBLI, Iming Sujana mengatakan, tahun 2013 ini, perusahaan telah menargetkan meraup penjualan sebesar Rp 2,54 triliun. Angka ini naik 11,9% dibanding realisasi penjualan tahun 2012.
Dari jumlah itu, sekitar 72% atau setara dengan Rp 1,83 triliun, diperkirakan bakal disumbangkan oleh penjualan kabel tembaga. Sementara, sebesar 26% di antaranya atau setara Rp 645 miliar berasal dari penjualan kabel aluminium. Sisanya, sebesar 2%, akan disumbangkan oleh berbagai produk lainnya.
Untuk mendongkrak penjualan, Asep bilang, KBLI juga terus menggenjot produksi kabelnya. Saat ini, pabrik milik KBLI memiliki kapasitas terpasang untuk produksi kabel tembaga sebesar 21.000 ton per tahun dan kapasitas terpasang untuk kabel aluminium sebesar 12.000 ton per tahun. Tahun ini, perusahaan kabel ini menargetkan bisa memproduksi kabel tembaga hingga 18.000 ton, sementara produksi kabel timah sebesar 11.100 ton.
Dalam enam bulan pertama tahun 2013, produksi kabel tembaga KBLI diperkirakan mencapai 8.900 ton. Sedangkan produksi kabel aluminium mencapai 5.500 ton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













