kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Ekspor Otomotif Kuartal Satu Diprediksi Jeblok 30%


Kamis, 19 Maret 2009 / 10:39 WIB
Ekspor Otomotif Kuartal Satu Diprediksi Jeblok 30%


Sumber: KONTAN | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Krisis global sepertinya tetap jadi momok bagi ekspor Indonesia, termasuk ekspor di sektor otomotif. Data Departemen Perdagangan (Depdag) menjadi bukti. Ekspor mobil penumpang pada Januari 2009 hanya sebanyak 10.800 unit.

Angka ini turun dibanding penjualan pada Desember 2008 yang mencapai 13.000 unit. Bahkan Depdag memprediksi, ekspor mobil pada kuartal satu tahun ini bakal melorot 30%.

"Ekspor otomotif memang belum terlalu besar, baru sekitar US$ 1,4 miliar. Agar tidak terus turun perlu dilakukan pengalihan pasar ekspor," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Rabu (18/3).

Selama ini, ekspor otomotif Indonesia memang masih terfokus ke beberapa negara mediterania, seperti Spanyol, Portugal, Italia, Turki Barat, Yunani, dan Perancis Selatan. Mari melihat, ada beberapa negara lain yang lumayan prospektif bagi ekspor otomotif Indonesia.

Perluasan pasar ekspor perlu dilakukan. Sebab sektor otomotif paling rentan terimbas krisis global. Maklum, si tengah krisis, konsumen sebisa mungkin tidak membeli produk otomotif. "Saya pikir bukan kita saja yang mengalami penurunan ekspor, negara lain juga," ujar Mari.

Menghadapi kenyataan itu, Pemerintah pun berusaha keras mempertahankan volume ekspor dari sektor yang masih bisa digenjot. Sektor lain yang masih bisa dipertahankan adalah ekspor CPO. "Penurunan ekspor otomotif memang sulit ditangani karena daya belinya menurun, tetapi kalau komoditas lain masih bisa kita pertahankan," ucap Mari.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengakui, ekspor otomotif tahun ini bakal melesu dibanding tahun lalu. Ketua Umum Gaikindo Gunadi Sindhuwinata bilang, banyak buyer asing menunda pembelian mobil. "Saya kira turun sampai 50%," kata Gunadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×