kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.918   16,00   0,09%
  • IDX 7.212   -90,41   -1,24%
  • KOMPAS100 999   -14,60   -1,44%
  • LQ45 737   -9,08   -1,22%
  • ISSI 253   -4,63   -1,80%
  • IDX30 401   -5,54   -1,36%
  • IDXHIDIV20 501   -9,01   -1,77%
  • IDX80 113   -1,40   -1,23%
  • IDXV30 137   -1,25   -0,90%
  • IDXQ30 131   -2,10   -1,58%

Ekspor Produk Perikanan RI ke AS Naik 14,84% Sepanjang Januari 2026


Kamis, 26 Maret 2026 / 10:34 WIB
Ekspor Produk Perikanan RI ke AS Naik 14,84% Sepanjang Januari 2026
ILUSTRASI. Ekspor ikan Perindo (Dok/Perindo). Ekspor perikanan Indonesia ke AS melonjak 14,84% dalam sebulan. Membuktikan kualitas seafood RI tak diragukan. Cari tahu kunci keberhasilan ini!


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat nilai ekspor produk perikanan Indonesia ke Amerika Serikat (AS) sebesar US$ 107,32 juta.

Pada level ini, ekspor perikanan Indonesia ke AS meningkat 14,84% dibanding periode bulan sebelumnya.

Dari nilai tersebut, ekspor utama produk perikanan Indonesia ke AS di antaranya udang, tuna beku, filet ikan, tilapia, dan moluska.

Baca Juga: Pertumbuhan Lapangan Kerja AS Naik pada Januari, Pengangguran Turun Jadi 4,3%

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi mengatakan, capaian ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap kualitas, keberlanjutan, dan daya saing seafood Indonesia.

"Tingginya permintaan menunjukkan kepercayaan pasar terhadap kualitas, kesinambungan pasokan, serta kemampuan industri seafood Indonesia dalam memenuhi standar  keamanan pangan dan keberlanjutan," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (26/3/2026).

Sementara, sepanjang 2025, nilai ekspor produk perikanan Indonesia ke AS tercatat sebesar US$ 1,17 miliar.

Upaya pemerintah Indonesia untuk mengoptimalkan ekspor ialah melalui keikutsertaan paviliun Indonesia di Seafood Expo North America (SENA) 2026 di Boston.

Baca Juga: Usai Menang di WTO, Ekspor Stainless Steel Indonesia Berpotensi Naik 20% pada 2026

Pada hari kedua gelaran tersebut, Senin (16/3/2026) lalu,  paviliun Indonesia mengadakan seminar yang membedah strategi penguatan ekspor sektor perikanan di pasar global melalui aspek keberlanjutan (sustainability) dan ketertelusuran (traceability).

Dalam kesempatan itu, Atase Perdagangan (Atdag) RI Washington DC, Ranitya Kusumadewi bilang, prinsip keberlanjutan dan ketertelusuran menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas bisnis.

Baca Juga: Ancaman ART RI-AS: Industri Halal Nasional Terjepit, Ini Risikonya

"Indonesia memperkuat tata kelola sektor perikanan melalui peningkatan sistem sertifikasi dan inspeksi, penguatan pengujian laboratorium, serta pengembangan sistem dokumentasi dan ketertelusuran di sepanjang rantai pasok," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×