kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Elektrifikasi fokus di 6 provinsi bagian Timur


Jumat, 22 April 2016 / 20:16 WIB


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (persero) berusaha untuk mengalirkan listrik ke seluruh Indonesia melalui Program Indonesia Terang (PIT).

Pencanangan Program Indonesia Terang dilakukan di desa Temel, Distrik Ayamaru Jaya, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, pada Kamis (21/4) oleh Menteri ESDM Sudirman Said didampingi oleh Direktur PLN Amin Subekti, serta Dirjen ESDM dan EBTKE.

Pencanangan Program Indonesia Terang sengaja dilakukan di pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) Temel dan PLTMH Safreis. Kabupaten Maybrat yang mempunyai kontur berbukit-bukit memiliki beberapa potensi air yang dapat dikembangkan menjadi sumber energi listrik berskala kecil.

Khusus untuk Program Indonesia Terang akan dimulai dari enam provinsi paling timur Indonesia. Keenam provinsi tersebut adalah Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Kesulitan akses di sana membuat keenamnya menjadi provinsi yang harus digarap pertama kali. Dari Timur, program ini akan digerakkan secara cepat ke bagian barat Indonesia.

"Kita memberikan fokus ke wilayah timur Indonesia Terang. Mempercepat kelistrikan atau akses ke 12 ribuan desa," pungkas Sudirman dalam keterangan tertulis pada Kamis (21/4).




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×