Reporter: Vina Elvira | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) terus mengurangi ketergantungan pada bisnis distribusi dan ritel perangkat digital dengan memperluas portofolio ke berbagai kategori gaya hidup.
Hingga semester I-2026, bisnis di luar kategori digital telah menyumbang sekitar 12% terhadap total penjualan Erajaya Group.
Diversifikasi tersebut menjadi bagian dari strategi Erajaya memasuki usia 30 tahun. Perseroan kini mengembangkan tiga vertikal utama, yakni Erajaya Digital, Erajaya Active Lifestyle, serta Erajaya Food & Nourishment.
Hingga semester I-2026, Erajaya Group telah mengoperasikan lebih dari 2.500 gerai di Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Jaringan tersebut bertambah 173 gerai sepanjang semester I-2026 dan didukung lebih dari 22.000 karyawan serta 18,4 juta anggota MyEraspace.
Baca Juga: Diversifikasi Bisnis Dukung Kinerja Dian Swastatika Sentosa (DSSA)
Dari total jaringan tersebut, Erajaya Digital memiliki 1.920 gerai, Erajaya Active Lifestyle 256 gerai, dan Erajaya Food & Nourishment 90 gerai. Sementara itu, jaringan Erajaya di Singapura dan Malaysia mencapai 240 gerai.
Diversifikasi bisnis ini mulai tercermin dalam struktur penjualan perseroan. Pada tahun buku 2025, Erajaya membukukan penjualan sekitar Rp76 triliun. Sementara hingga semester I-2026, kontribusi bisnis di luar kategori digital telah mencapai sekitar 12% dari penjualan grup.
“Diversifikasi kami bukan sekadar memperluas portofolio, tetapi menjawab kebutuhan konsumen yang semakin beragam,” ujar President Director & Group CEO Erajaya Budiarto Halim, Jumat (2/10).
Melalui Erajaya Active Lifestyle, perseroan kini masuk ke sejumlah kategori, termasuk kendaraan listrik, fashion, dan olahraga. Portofolionya antara lain mencakup XPENG, GENTLEWOMAN, ANTA, Under Armour, dan Wilson.
Adapun melalui Erajaya Food & Nourishment, perseroan mengembangkan bisnis makanan dan minuman dengan membawa CHAGEE serta mempersiapkan kehadiran I’m donut dan Oriental Kopi di Indonesia.
Budiarto mengatakan perubahan preferensi konsumen menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pengembangan bisnis Erajaya. Perseroan juga mengandalkan kemitraan dengan berbagai merek untuk memperluas kategori produk dan layanan yang ditawarkan.
Baca Juga: Diversifikasi Non-Otomotif Jadi Andalan, Cipta Perdana (PART) Incar Laba Bersih Naik
Ekspansi tersebut ditopang strategi omnichannel yang mengintegrasikan jaringan gerai fisik, platform digital, serta ekosistem loyalitas Eraspace. Dengan model ini, konsumen dapat mengakses produk melalui gerai maupun kanal digital.
Memasuki fase pertumbuhan berikutnya
Memasuki fase pertumbuhan berikutnya, Erajaya menyatakan tetap akan memperkuat bisnis inti sekaligus membuka peluang di berbagai segmen gaya hidup.
Perseroan menyebut ekspansi akan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan peluang pasar, keselarasan strategi, potensi pertumbuhan, serta kapabilitas yang dimiliki.
Baca Juga: Folago (IRSX) Gandeng iQIYI, Perkuat Bisnis Konten dan Periklanan Digital
Strategi tersebut menjadi bagian dari transformasi Erajaya setelah 30 tahun membangun bisnis di sektor distribusi dan ritel perangkat digital. Perseroan kini mengarahkan ekspansi untuk memperbesar kontribusi bisnis lifestyle sekaligus mempertahankan bisnis inti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













