kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.955   31,00   0,17%
  • IDX 6.180   -61,52   -0,99%
  • KOMPAS100 805   -7,99   -0,98%
  • LQ45 615   -6,18   -0,99%
  • ISSI 213   -1,76   -0,82%
  • IDX30 341   -3,53   -1,03%
  • IDXHIDIV20 428   -1,79   -0,42%
  • IDX80 92   -0,94   -1,01%
  • IDXV30 116   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 110   -0,67   -0,60%

ESDM klaim persediaan listrik untuk smelter cukup


Selasa, 25 Februari 2014 / 13:25 WIB
ILUSTRASI. Lifepal.co.id, insurance marketplace terdepan di tanah air, membagikan informasi terkait jenis-jenis mobil listrik


Reporter: Muhammad Yazid | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan tidak ada alasan bagi kalangan pengusaha untuk menunda proyek pengembangan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) karena keterbatasan energi listrik. Pemerintah mengklaim penyediaan listrik oleh PT PLN sangat memadai untuk sejumlah smelter yang akan dibangun.

R. Sukhyar, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM mengatakan, sekarang ini masih banyak pengusaha pertambangan yang mencari celah dan alasan agar terhindar dari kewajiban mengolah dan memurnikan mineral di dalam negeri. "Tidak benar kalau kita kekurangan listrik untuk smelter, justru perusahaan smelter yang tidak komitmen untuk membangunnya," kata dia, di sela-sela acara Seminar Minerba di Hotel Millenium, Selasa (25/2).

Dia menjelaskan, terdapat 30 perusahaan yang telah menggelar nota kesepaham dengan PT PLN menyoal penyediaan setrum untuk smelter yang akan dibangun. Namun, realisasinya hanya dua perusahaan saja yang berkomitmen menindaklanjuti secara serius dengan penandatangan kontrak jual beli setrum.

Sukhyar bilang, listrik yang siap disuplai terdapat di dua daerah yaitu Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Sedangkan di wilayah lain, PLN membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk penyediaan listriknya. "Pemerintah sangat siap untuk mendorong pengusaha membangun smelter," kata dia.

Menurut dia, pemerintah juga mempersilahkan apabila pengusaha membuat pembangkit sendiri untuk smelter. "Kalau nanti ada kelebihan pasokan listrik, PLN pun sangat siap membeli listriknya. Saya lihat di China, para pengusaha smelter pun membangun pembangkit sendiri, jadi tidak ada alasan lagi," imbuh Sukhyar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×