kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

ESDM optimistis pemasangan PJU-TS tahun 2019 di 31.009 titik berjalan lancar


Minggu, 14 April 2019 / 12:59 WIB

ESDM optimistis pemasangan PJU-TS tahun 2019 di 31.009 titik berjalan lancar

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan (EBT) dan Konservasi Energi menargetkan pemasangan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) 2019 di 31.009 titik di tanah air.

Berdasarkan informasi dari Kementerian ESDM yang diterima Kontan.co.id, anggaran yang disiapkan untuk proyek ini sebesar Rp 481,9 miliar. Asal tahu saja, pada tahun 2018 kementerian ESDM telah memasang PJU-TS di 21.839 titik yang tersebar di 26 provinsi dan 166 kabupaten/kota.

Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategis Yudo Dwinanda Priaadi yang ditemui disela acara peninjauan PJU-TS di Pantai Ngurbloat bilang Kementerian ESDM optimistis dapat memenuhi target yang ada.

"Tentunya kita akan mempercepat, sesuai arahan menteri (Ignasius Jonan) juga ingin program ini dipercepat pelaksanaannya," jelas Yudo, Sabtu (13/4).

Yudo menambahkan pelaksanaan PJU-TS pada semester satu memang biasanya cenderung lambat ketimbang semester dua. Momen puasa dan Lebaran menjadi salah satu faktor. Namun, ia meyakinkan bahwa pada semester dua akan digencarkan pelaksanaannya.

Sekedar informasi, proyek PJU-TS ini sejalan dengan langkah pemerintah untuk merealisasikan target bauran energi baru terbarukan (EBT) hingga 23% di tahun 2025 nanti.

Teknologi PJU-TS juga dirancang dengan teknologi khusus. Sistem panel hanya akan menyerap sinar matahari dalam rentang tiga jam. Sesudah daya penuh, penyerapannya akan berhenti secara otomatis.

Terkait PJU-TS, lanjut Yudo, garansi baterai pada unit PJU-TS adalah tiga tahun dengan daya 40 watt/unit. Jika baterai rusak ataupun habis masanya maka dapat diganti dengan baterai jenis lithium fero phosphat dengan harga sekitar Rp 5 juta.

Selain itu, PJU-TS yang dibangun juga dapat bertahan sekitar tiga hari ketika pasokan sinar matahari minim.


Reporter: Filemon Agung
Editor: Azis Husaini

Video Pilihan

Tag

Close [X]
×