kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.997.000   -24.000   -0,79%
  • USD/IDR 16.974   58,00   0,34%
  • IDX 7.137   -224,90   -3,05%
  • KOMPAS100 989   -32,34   -3,17%
  • LQ45 728   -22,86   -3,04%
  • ISSI 249   -9,93   -3,83%
  • IDX30 392   -8,64   -2,16%
  • IDXHIDIV20 487   -9,80   -1,97%
  • IDX80 111   -3,58   -3,12%
  • IDXV30 132   -2,45   -1,82%
  • IDXQ30 127   -2,57   -1,99%

Pesan Menhub ke Maskapai: Harga BBM Bisa Naik Turun, Tapi Pelayanan Harus Tetap Prima


Sabtu, 14 Maret 2026 / 12:31 WIB
Pesan Menhub ke Maskapai: Harga BBM Bisa Naik Turun, Tapi Pelayanan Harus Tetap Prima
ILUSTRASI. Menhub: Regulasi Ojol Harus Libatkan Semua Pihak, Perlu Atur Ekosistem secara Menyeluruh (KONTAN/Muhammad Alief)


Reporter: kompas.com | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan harga bahan bakar menjelang arus mudik Lebaran 2026 mulai menjadi perhatian pemerintah. 

Namun Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan, kondisi itu tidak boleh dijadikan alasan bagi maskapai untuk menurunkan kualitas layanan kepada penumpang. 

Pernyataan tersebut disampaikan Dudy saat membuka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 di Kementerian Perhubungan, Jumat (13/3/2026) malam. 

Menurut dia, pelayanan kepada masyarakat merupakan standar utama yang harus dijaga oleh seluruh penyedia layanan transportasi, terlepas dari kondisi biaya operasional yang bisa berubah. 

Baca Juga: Ini Ragam Inovasi Pupuk Kaltim Mendorong Pertumbuhan Berkelanjutan

“Kalau pelayanan itu menurut saya adalah dua hal yang berbeda dengan Harga. Pelayanan harus tetap optimal dan prima, apa pun kendalanya, mau harga BBM turun atau naik,” ujarnya.

Dudy menekankan, kualitas pelayanan tidak boleh bergantung pada kondisi harga bahan bakar di pasar. 

“Pelayanan harus menjadi standar bagi siapa pun yang mengelola moda transportasi. Harga turun tetap maksimal, harga naik pun harus tetap maksimal,” ujar Dudy.

Dampak kenaikan avtur belum terasa Menurut Dudy, hingga saat ini harga avtur yang disuplai oleh PT Pertamina (Persero) masih berada dalam kisaran yang sebelumnya telah diperkirakan. 

“Sejauh ini, seperti yang disampaikan Pertamina, harga avtur masih dalam jangkauan atau masih sesuai dengan prediksi,” kata dia. 

Ia menjelaskan, pembelian avtur oleh maskapai biasanya dilakukan untuk kebutuhan beberapa waktu ke depan sehingga dampak kenaikan harga belum langsung terasa. 

“Pembelian avtur atau BBM oleh maskapai biasanya dilakukan sampai satu bulan ke depan, kalau tidak salah sampai akhir Maret,” ujar Dudy. 

Karena itu, potensi dampak kenaikan harga bahan bakar kemungkinan baru akan terlihat pada bulan berikutnya. 

“Nanti kita lihat mungkin akan berpengaruh pada bulan April. Sejauh ini dari pihak maskapai juga belum menyampaikan keluhan terkait kenaikan harga BBM atau avtur,” katanya. 

Acuan tarif tiket masih gunakan kurs lama 

Di sisi lain, pemerintah masih menggunakan acuan lama dalam menetapkan tarif batas atas dan tarif batas bawah tiket pesawat.

Dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 106 Tahun 2019 tentang tarif penumpang kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri, nilai tukar yang digunakan masih sebesar 14.165 dollar AS per dollar AS. 

Angka tersebut kini dinilai sudah jauh di bawah kondisi kurs terbaru yang menjadi pertimbangan industri penerbangan dalam menghitung biaya operasional.

Baca Juga: Pabrik di Cikarang Jadi Basis Produksi, Daikin Perkuat Hubungan dengan Komunitas

Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/03/14/102022126/menhub-ke-maskapai-harga-bbm-bisa-naik-turun-tapi-pelayanan-harus-tetap-prima.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×