kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.315.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

ESDM optimistis populasi mobil listrik di 2021 tembus 125.000 unit


Rabu, 20 Januari 2021 / 07:35 WIB
ESDM optimistis populasi mobil listrik di 2021 tembus 125.000 unit
ILUSTRASI. Pengisian daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)


Sumber: Kompas.com | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memprediksi populasi mobil listrik di masyarakat akan semakin tinggi seiring dengan perkembangannya. 

Bahkan, di tahun 2021, potensi populasi kendaraan roda empat ramah lingkungan tersebut diharapkan bisa melaju secara signifikan mencapai 125.000 unit dan 1,34 juta unit motor listrik. 

"Kami sendiri mendorong percepatan pembangunan pabrik baterai agar lebih kompetitif dan menarik untuk investor," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI, Selasa (19/1). 

Dukungan tersebut, dibuktikan dengan penerbitan Undang-Undang No. 3/2020 tentang Ketentuan Peningkatan Nilai Tambah untuk Mineral Logam, Permen ESDM No. 11/2020 tentang Harga Patokan Penjualan Mineral Logam, Permen ESDM No. 11/2019 tentang Pengendalian Ekspor Nikel, dan UU No. 25/2018 tentang Pengusahaan Tambang Minerba yang Mengatur Batas Minimum Pengolahan dan Pemurnian Nikel. 

Baca Juga: Indonesia berpotensi kelebihan pasokan listrik hingga 60% pada tahun 2029

Bila proyeksinya tepat, maka terdapat potensi pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sampai level 0,44 juta kiloliter (kl) per tahun. 

Arifin menambahkan, pemerintah juga ikut mendorong populasi mobil listrik sebagai kendaraan operasional di kementerian atau lembaga, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan swasta. 

"Pemerintah pusat, daerah, BUMN, dan swasta telah berkomitmen menggunakan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB)," jelas Arifin. 

Hingga tahun 2025, total potensi penggunaan mobil listrik dari institusi kementerian atau lembaga, pemerintah daerah, BUMN, hingga swasta diperkirakan bisa mencapai 19.220 unit, 757.139 unit motor listrik, dan 10.227 unit bus listrik. 

Sementara, total populasi kendaraan listrik nasional pada waktu tahun 2025 bakal meningkat lebih dari dua kali lipat mencapai 374.000 unit mobil listrik dan hampir 10 kali lipat bagi jenis motor listrik atau 11,79 juta unit. 

Pada 2030, potensi kendaraan listrik akan meningkat lebih tinggi lagi dengan estimasi mencapai 2,19 juta unit mobil listrik dan motor listrik mencapai 13 juta unit. 

Baca Juga: Dari hulu hingga hilir, Indonesia kebut pengembangan ekosistem kendaraan listrik

Adapun jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum ( SPKLU) pada 2021 diproyeksikan mencapai 572 unit dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) sebanyak 3.000 unit. 

Kemudian infrastruktur tersebut bakal dikembangkan hingga mencapai 31.859 unit SPKLU dan 67.000 unit SPBKLU pada 2030. Dengan proyeksi ini, maka potensi penghematan BBM melonjak menjadi sebesar 6,03 juta kl per tahun. 

"SPKLU ini akan berlokasi di pusat perbelanjaan, mal, area perkantoran, bandara, SPBU, apartemen, dan pool taksi," kata Arifin. (Ruly Kurniawan)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "ESDM Targetkan Populasi Mobil Listrik Tembus 125.000 Unit di 2021".

Selanjutnya: Proyek gasifikasi batubara terus dikembangkan untuk tekan impor LPG dan gasoline

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×