kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.820   -56,00   -0,31%
  • IDX 6.350   73,24   1,17%
  • KOMPAS100 830   8,89   1,08%
  • LQ45 632   6,61   1,06%
  • ISSI 219   3,09   1,43%
  • IDX30 350   3,32   0,96%
  • IDXHIDIV20 434   1,66   0,38%
  • IDX80 95   1,01   1,07%
  • IDXV30 119   0,20   0,17%
  • IDXQ30 112   0,57   0,51%

Ewindo Perkuat Sinergi dengan Petani di Nagara Kalimantan Selatan


Rabu, 23 September 2026 / 14:05 WIB
Diperbarui Rabu, 23 September 2026 / 14:07 WIB
Ewindo Perkuat Sinergi dengan Petani di Nagara Kalimantan Selatan
ILUSTRASI. Ewindo menggelar Festival Panen Raya Semangka AMARA, Selasa (22/9/2026).(Dok Ewindo)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT East West Seed Indonesia (Ewindo) terus mendukung para petani Indonesia guna memperkuat ekosistem pertanian berkelanjutan. Dukungan tak hanya diberikan lewat penyediaan benih sayuran hibrida berkualitas tinggi di bawah merek Cap Panah Merah, tapi juga memberikan pemdampingan dan edukasi terhadap para petani. 

Terbaru, Ewindo berkerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan menggelar Festival Panen Raya Semangka AMARA bertajuk "Semarak Panen Raya AMARA F1". Ajang tersebut sekaligus jadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi para petani di tengah cuaca ekstrim saat ini 

Wilayah Nagara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu sentra hortikultura strategis nasional. Hamparan lahan rawa dan kawasan perairan sungai di wilayah ini mendukung produktivitas pertanian tanaman pangan dan buah-buahan.

Semangka menjadi salah satu komoditas unggulan di tiga kecamatan, Daha Selatan, Daha Utara, dan Daha Barat. Budidayanya mencakup ratusan hektare dengan produktivitas tinggi, didukung penggunaan varietas unggul seperti Semangka AMARA F1, jenis hibrida non-biji.

Baca Juga: Ewindo Dukung Program Urban Farming di Jakarta

AMARA F1 memiliki pertumbuhan vigor, adaptasi yang baik di dataran rendah, serta ketahanan terhadap penyakit busuk batang (Gummy Stem Blight). Varietas ini juga berpotensi menghasilkan buah dengan daging yang manis dan renyah. Keunggulan tersebut mendukung peningkatan produktivitas, mengurangi risiko kerugian, dan memperkuat daya saing semangka Nagara. 

Managing Director Ewindo, Isak Heryawan mengatakan,  kolaborasi antara perusahaan penyedia benih, pemerintah, mitra penyalur, dan kelompok tani menjadi fondasi utama keberhasilan hilirisasi pertanian. 

"Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan nasional. Festival ini bentuk apresiasi nyata atas kerja keras petani Nagara  serta wadah memperkuat transfer pengetahuan budidaya pertanian yang berkelanjutan," ujar Isak dalam keterangannya, Rabu (23/9/2026).

Selain agenda edukasi dan diskusi pertanian, festival ini menampilkan keunikan budaya lokal Nagara yang berbasis perairan. Salah satu agenda utama adalah Parade Jukung Hias, yang diikuti oleh 50 perahu tradisional (jukung) yang dihias secara kreatif oleh masyarakat dan berlayar menyusuri aliran Sungai Nagara. 

Baca Juga: Kementan Dorong Penguatan Produksi dan Akses Pasar di Sektor Pertanian

Panen raya juga dimeriahkan dengan Kontes Bobot Semangka yang diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai kelompok tani, salah satunya Kelompok Tani Rakat Mufakat Desa Baruh Jaya, Kecamatan Daha Selatan. Lomba ini mencatatkan bobot semangka AMARA F1 terberat mencapai 14 kg. 

Bupati Hulu Sungai Selatan menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam memajukan pertanian daerah. "Panen raya ini merupakan hasil sinergi Pemerintah Daerah bersama PT East West Seed Indonesia (Cap Panah Merah), pemerintah kecamatan dan desa, penyuluh, serta para petani," ungkap Bupati Hulu Sungai Selatan, Syafrudinnor.

Abdul Hamid, salah satu petani yang sudah bertahun-tahun menggunakan benih semangka dari Cap Panah Merah menilai perhatian dan pendampingan yang diberikan oleh pemerintah daerah serta EWINDO memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas panen masyarakat. 

“Varietas AMARA F1 sangat memuaskan karena tanamannya tahan penyakit, perawatannya relatif mudah, dan hasil buahnya besar, manis, serta sangat disukai pasar. Kami berharap dukungan pendampingan teknis dan kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut ke depannya agar pertanian di Nagara makin maju," tutur Abdul Hamid.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×