Reporter: Tim KONTAN | Editor: Ridwal Prima Gozal
KONTAN.CO.ID - Karawang/Jakarta. Bertepatan dengan Hari Tani Nasional, Syngenta Indonesia menggelar Festival Padi Petani Maju 2026 selama tiga hari (22–24 September), menandai enam dekade kemitraan perusahaan dengan petani Indonesia sejak 1960-an.
"Selama 60 tahun, Syngenta Indonesia telah berada di sisi petani, dari generasi ke generasi. Kami akan terus bersama Petani MAJU, satu hati, demi kemajuan negeri," kata Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Eryanto. "Karena kemajuan pertanian pada akhirnya harus berjalan bersama dengan kemajuan petaninya."
Hari pertama Festival berlangsung di Jakarta mempertemukan legislator, pembuat kebijakan, dan peneliti dalam satu forum. Dr. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, anggota Komisi IV DPR RI, menegaskan pentingnya riset sebagai fondasi kebijakan: "Penelitian dan inovasi perlu menjadi fondasi utama dalam penyusunan dan implementasi kebijakan pertanian, sehingga dapat memberikan dampak lebih terukur bagi petani."
Senada, Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo AA Teguh Sambodo menyoroti posisi strategis sektor ini bagi Indonesia. "Negara kita itu negara agraris dan pertanian tidak akan pernah mati. Penguatan sektor pertanian butuh ekosistem yang mampu menjaga produktivitas sekaligus memastikan generasi petani dapat terus melihat pertanian sebagai sektor yang punya masa depan," ujarnya.
Duta Besar Swiss untuk Indonesia Konstantin Obolensky yang turut hadir, menegaskan dukungan negaranya terhadap inovasi pertanian berkelanjutan di Indonesia. Diskusi juga menghadirkan cerita langsung dari petani melalui H. Sardi, perwakilan komunitas Petani Maju dari Karawang, Jawa Barat.
Pada hari kedua, peserta diajak mengunjungi fasilitas R&D Syngenta di Cikampek, menyaksikan riset perlindungan tanaman dan pengembangan varietas tahan hama. Perwakilan Kementerian Perindustrian yang hadir menegaskan pentingnya hilirisasi: "Hilirisasi adalah prioritas nasional, memastikan komoditas pertanian kita diolah di dalam negeri menjadi produk bernilai tambah tinggi, dan memberikan nilai ekonomis lebih besar bagi petani," kata Seno Aribowo.
Pada hari ketiga, Festival ditutup di Karawang dengan perayaan bersama ratusan petani komunitas Petani MAJU. Deputi Widiastuti dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan menjabarkan empat pilar ketahanan pangan, yakni ketersediaan, keterjangkauan, keamanan, dan berkelanjutan, sekaligus menyoroti tantangan iklim yang dihadapi petani saat ini. "Kebersamaan, baik itu dari petani, kementerian/lembaga, maupun Syngenta adalah satu: bagaimana Indonesia maju, petani maju," ujarnya.
Momentum ini ditandai penandatanganan nota kesepahaman antara Syngenta Indonesia dengan SMK Pertanian, Bulog, dan KTNA setempat, serta Pupuk Kujang, sebagai komitmen mendukung regenerasi petani muda.
Lebih dari Sekadar Penyedia Teknologi
Rangkaian Festival selama tiga hari ini menegaskan posisi Syngenta yang lebih dari sekadar penyedia benih dan teknologi perlindungan tanaman, terus berkembang menjadi penghubung aktif antara kebijakan pemerintah, riset nasional-internasional, dan kebutuhan nyata petani di lapangan. Dengan keterlibatan hampir seluruh elemen ekosistem pertanian, mulai dari legislator, kementerian teknis, lembaga riset, hingga para petani, Festival ini menjadi salah satu upaya konkret sektor swasta dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














