CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.554   25,00   0,14%
  • IDX 6.651   -27,59   -0,41%
  • KOMPAS100 875   -1,87   -0,21%
  • LQ45 661   -3,24   -0,49%
  • ISSI 233   -0,63   -0,27%
  • IDX30 367   -2,28   -0,62%
  • IDXHIDIV20 455   -1,76   -0,39%
  • IDX80 100   -0,20   -0,20%
  • IDXV30 128   0,44   0,34%
  • IDXQ30 117   -0,80   -0,68%

Fokus ke Konstruksi, Adhi Karya (ADHI) Akan Divestasi Sejumlah Anak Usaha


Kamis, 10 September 2026 / 13:11 WIB
Fokus ke Konstruksi, Adhi Karya (ADHI) Akan Divestasi Sejumlah Anak Usaha
ILUSTRASI. PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) melakukan penataan portofolio bisnis dengan mempercepat divestasi sejumlah anak perusahaan. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) melakukan penataan portofolio bisnis dengan mempercepat divestasi sejumlah anak perusahaan afiliasi yang tidak sejalan dengan bisnis inti perusahaan.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi back to core ADHI untuk memperkuat bisnis engineering dan konstruksi.

Direktur Utama ADHI Moeharmein Zein Chaniago mengatakan, penataan portofolio dilakukan sesuai arahan dan aspirasi pemegang saham mayoritas agar perseroan kembali fokus pada bisnis inti.

"Streamliningnya adalah, salah satunya adalah bagaimana Adi Karya saat ini mendorong terkait dengan perusahaan afiliasi ini untuk segera dilakukan divestasi, dan harapannya di tahun 2026 ini sudah beberapa dari perusahaan afiliasi ini kita lakukan streamlining dalam bentuk divestasi," ujar Zein dalam Public Expose Live 2026, pada Rabu (9/9/2026). 

Baca Juga: Adhi Karya (ADHI) Kantongi Kontrak Baru Rp 8,3 Triliun hingga Juli 2026

ADHI menargetkan sudah ada beberapa perusahaan yang dapat didivestasi pada tahun ini. Divestasi ini  tidak hanya menyasar sektor tertentu. Manajemen akan mengevaluasi bisnis yang dinilai tidak sejalan dengan kompetensi inti ADHI. 

"Kita fokus ke bisnis konstruksi, bisnis intinya dan kompetensinya Adhi Karya, sehingga bisnis yang merupakan yang tidak inline, atau tidak berjalan dengan arahan tersebut, seluruhnya akan dilakukan proses untuk percepatan divestasi," tambah Direktur Portofolio Bisnis dan Risiko ADHI Rozi Sparta.

Dengan demikian, portofolio ADHI di sektor air, energi, jalan tol, hingga tiga aset hotel menjadi bagian dari bisnis yang akan dievaluasi dalam proses divestasi tersebut.

Berdasarkan laporan tahunan 2025, ADHI memiliki tujuh entitas anak yang bergerak di berbagai lini, mulai dari properti, beton pracetak, konstruksi gedung, properti dan hospitality, pengelolaan air, hingga konsesi jalan tol.

Di sisi lain, fokus ADHI ke bisnis inti konstruksi juga tercermin dari perolehan kontrak baru perusahaan.

Hingga  Juli 2026, ADHI tercatat membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp 8,3 triliun, atau meningkat 118% dibandingkan perolehan pada periode yang sama tahun lalu. 

Lebih rinci, 92% dari total perolehan kontrak tersebut  bersumber dari bisnis inti ADHI yaitu engineering dan construction. Sementara sisanya berasal dari property dan hospitality (3%), manufaktur (3%) dan dari investment (2%).

Baca Juga: Adhi Karya (ADHI) Siapkan Strategi Mitigasi Hadapi Kenaikan Biaya Konstruksi

Adapun, lima proyek terbesar bersumber dari proyek tanggap darurat di Sumatera Utara dan Aceh, menyumbang lebih kurang Rp2,7 triliun.

Kemudian penambahan kontrak di Tambakudang-Waingapu Rp1,3 triliun, proyek Soda Ash PKT Paket C Rp600 miliar, Sekolah Rakyat tahap 3 Papua, dan Bandara Sentani.

"Kemudian tadi kalau kita detailkan kembali terkait dengan engineering dan construction, sebahagian besar atau 80% dari bobot tersebut bersumber dari infrastructure, kemudian 14% gedung dan 5% lainnya," sebut Rozi. 

Dari sisi sumber pendanaan, 70% masih didominasi yang bersumber dari APBN,kemudian 29% dari BUMN dan BUMD, dan 1% dari swasta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×