kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.021.000   -21.000   -0,69%
  • USD/IDR 16.974   58,00   0,34%
  • IDX 7.137   -224,90   -3,05%
  • KOMPAS100 989   -32,34   -3,17%
  • LQ45 728   -22,86   -3,04%
  • ISSI 249   -9,93   -3,83%
  • IDX30 392   -8,64   -2,16%
  • IDXHIDIV20 487   -9,80   -1,97%
  • IDX80 111   -3,58   -3,12%
  • IDXV30 132   -2,45   -1,82%
  • IDXQ30 127   -2,57   -1,99%

GAIKINDO: Prospek Kendaraan Niaga 2026 Ikuti Pertumbuhan Ekonomi dan Harga Komoditas


Jumat, 13 Maret 2026 / 16:43 WIB
GAIKINDO: Prospek Kendaraan Niaga 2026 Ikuti Pertumbuhan Ekonomi dan Harga Komoditas
ILUSTRASI. Sentra Penjualan Mobil Bekas di Jalan Kertajaya, Surabaya (KONTAN/Tri Sulistiowati)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan kendaraan niaga seperti truk dan pick-up diperkirakan masih memiliki prospek positif sepanjang 2026. Namun, kinerja segmen ini sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi nasional serta pergerakan harga komoditas.

Ketua I GAIKINDO, Jongkie D. Sugiarto mengatakan permintaan kendaraan niaga biasanya meningkat ketika aktivitas ekonomi dan harga komoditas sedang berada pada tren naik.

“Penjualan kendaraan niaga sangat tergantung kepada pertumbuhan ekonomi dan juga harga-harga komoditas, sehingga jika harga komoditas meningkat maka akan dibutuhkan alat transportasinya,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (13/3).

Baca Juga: Pemerintah Bidik Produksi Gula 3 Juta Ton, Ini Harapan AGI

Menurutnya, kebutuhan kendaraan niaga juga berkaitan erat dengan aktivitas sektor logistik dan distribusi yang mendukung pergerakan barang di berbagai sektor industri.

“Sektor logistik dan distribusi juga tergantung kepada pertumbuhan ekonomi,” kata Jongkie.

Sebagai gambaran, Gaikindo memproyeksikan penjualan mobil nasional pada 2026 dapat mencapai sekitar 850.000 unit. Angka tersebut diperkirakan meningkat sekitar 5% dibandingkan realisasi penjualan pada 2025.

Sejalan dengan proyeksi tersebut, pertumbuhan kendaraan niaga diperkirakan bergerak sejalan dengan pertumbuhan pasar otomotif secara keseluruhan.

“Proyeksi tahun 2026 secara keseluruhan meningkat 5% dibanding 2025 dan khusus kendaraan niaga pertumbuhannya akan proporsional,” ungkap Jongkie.

Segmen kendaraan niaga sendiri selama ini menjadi salah satu penopang pasar otomotif nasional, terutama untuk kebutuhan distribusi barang, sektor perkebunan, pertambangan, hingga logistik. Dengan aktivitas ekonomi yang diperkirakan terus meningkat, permintaan kendaraan niaga diharapkan tetap stabil sepanjang tahun ini.

Baca Juga: Black Diamond (COAL) Bentuk Anak Usaha Baru di Bidang Perdagangan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×