kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.518   18,00   0,10%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Gaikindo: Sebelum 2019, Indonesia salip Thailand


Rabu, 05 Februari 2014 / 17:32 WIB
ILUSTRASI. Promo Hypermart Dua Mingguan Periode 15-28 September 2022


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ceruk pasar bisnis otomotif di dalam negeri masih menjanjikan. Meski banyak kondisi ekonomi yang menghambat laju pertumbuhan mobil seperti kenaikan suku bunga, nilai tukar, dan inflansi, Produsen mobil optimistis penjualan mobil akan meningkat.

Gabungan Pengusaha Kendaraan Bermotor (Gaikindo) memproyeksikan penjualan mobil di Indonesia akan menjadi nomor satu di wilayah ASEAN dan mengalahkan Thailand. 

Jongkie D. Sugiarto, Ketua I Gaikindo mengatakan, rasio penggunaan mobil di Indonesia cukup rendah dibandingkan dengan Thailand dan Malaysia. Di Thailand, setiap 1000 orang menggunakan 165 mobil.

Sedangkan di Malaysia, setiap 1.000 orang menggunakan 334 mobil. Di Indonesia, dari 1.000 orang, penggunaan mobil hanya 77. 

Padahal, kata Jongkie, Indonesia memiliki keunggulan yakni jumlah pertumbuhan penduduk. Berkaca pada China, di tahun lalu, negara Tirai Bambu ini berhasil menorehkan penjualan mobil hingga 20 juta unit.

"Penduduk kita kan seperlima dari China sehingga masih ada harapan angka penjualan 4 juta unit," kata Jongkie, Rabu (5/2). 

Menurut Jongkie, Indonesia hampir berhasil melampaui Thailand. Data Gaikindo menunjukkan, tahun lalu, penjualan mobil mencapai 1,35 juta unit. Sementara, di Indonesia, penjualan mobil mencapai 1,23 juta unit. "Sebelum tahun 2019, Indonesia bisa menyalip Thailand," katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×